JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Viral Video Seorang Pria di Sidoharjo, Wonogiri Didenda Rp 30 juta karena Ganggu Istri Orang. Denda Turun Jadi Rp 20 Juta, Camat Sebut Hukum Adat Kali Pertama Terjadi

Pria di Wonogiri didenda Rp 30 juta karena ganggu istri orang. Instagram Yuni Rusmini via Tribunbogor
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Pria di Wonogiri didenda Rp 30 juta karena ganggu istri orang. Instagram Yuni Rusmini via Tribunbogor

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Pihak Kecamatan Sidoharjo angkat bicara terkait viralnya video seorang pria yang dihukum adat dengan denda puluhan juta.

Menurut Camat Sidoharjo, Mulyono, awalnya denda yang harus dibayar pria tersebut adalah Rp 30 juta. Namun setelah dilakukan mediasi turun menjadi Rp 20 juta.

“Kami telah meminta klarifikasi perangkat di Desa Sempukerep terkait kabar tersebut,” jelas dia, Rabu (4/9/2019).

Menurut dia, persoalan tersebut sudah rampung secara kekeluargaan. Dari kesepakatan warga yang disaksikan suami YS dan perangkat desa setempat, awalnya GL (30) dijatuhi hukuman adat berupa denda Rp 30 juta. Namun kemudian digelar mediasi dan tercapai kesepakatan dimana GL  membayar denda Rp 20 juta.

Baca Juga :  Jalan Tembus Manyaran-Selogiri Jadi Impian Warga Puluhan Tahun Lamanya, Terwujud Melalui Pelaksanaan TMMD Sengkuyung di Dusun Gembuk Desa Bero Kecamatan Manyaran Wonogiri

Dia menerangkan, pria berinisial GL diduga berselingkuh di rumah perempuan berinisial YS (29) di Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, Minggu (1/9) malam.

https://www.instagram.com/p/B187L3qnsfN/?utm_source=ig_embed

“Saya baru melihat videonya. Tapi secara resmi belum ada laporan dari pemerintah desa,” beber Camat.

GL, jelas dia, merupakan bujangan asal Kelurahan Sidoharjo, sedang YS warga Desa Sempukerep, Kecamatan  Sidoharjo dan sudah berkeluarga. Sementara suami YS merantau di Yogyakarta.

Baca Juga :  Ponpes Al Barru Bulusulur Wonogiri Gelar Webinar Dalam Rangka Hari Santri 2020, Terkait Kebersihan dan Keindahan Ponpes ini Layak Dicontoh

“Pada saat keduanya ditangkap warga dan disidang, ada yang sempat merekam kemudian tersebar di  media sosial,” kata Camat.

Mantan Sekcam Girimarto itu bertutur, penerapan denda adat semacam itu baru kali pertama mencuat di wilayahnya. Hal itu tidak diatur dalam peraturan manapan. Kemungkinan besar, hal itu muncul karena warga terbawa emosi. Aria