JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Pameran Umroh 2019 Perpuhi Solo Libatkan 28 Perusahaan Travel

Ketua Perpuhi Solo, Her Suprabu (kiri). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Persaudaraan Pengusaha Umroh dan Haji (Perpuhi) Solo menggelar Pameran Umroh 2019, Jumat-Minggu (27-29/9/2019), di Solo Paragon Mall. Sebanyak 28 perusahaan travel Umroh dan Haji akan dilibatkan dalam acara rutin yang digelar setiap tahunnya tersebut.

Ketua Perpuhi Solo, Her Suprabu menyebutkan, pameran bertajuk PUTF (Perpuhi Umrah Travel Fair) 2019 tersebut ditargetkan mampu menjual 1000an paket umroh selama tiga hari penyelenggaraan.

“Dengan harga paket yang sudah disesuaikan, rata-rata Rp 25 juta untuk paket umroh. Tahun ini ditargetkan mampu menjual 1000an paket, dimana targetnya meningkat dari penjualan tahun yang lalu sebanyak 700 paket,” urainya, Kamis (26/9/2019).

Baca Juga :  4 Anggota PSHT Penggerak Aksi Massa di Manahan Solo Diinterogasi 3 Jam, Begini Peringatan Polisi

Dalam PUTF 2019 tersebut panitia juga menggandeng maskapai penerbangan Garuda. Selaiin itu, Perpuhi juga bermaksud mensosialisasikan kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi yakni goverment fee serta penghapusan pajak visa progresif.

“Kita juga ingin mengukur respon masyarakat terkait kebijakan Pemerintah Arab Saudi tersebut yang berdampak kenaikan biaya umrah. Jika dulu Rp 21 juta saat ini minimal Rp 23 juta. Setelah pameran akan kita evaluasi apakah masyarakat akan menunda keberangkatan atau tidak berdampak,” imbuhnya.

Dengan adanya kebijakan baru tersebut, calon peserta umrah dikenai biaya government fee sebesar SAR300 (Arab Saudi Riyal) atau senilai Rp 1,2 juta. Ditambah biaya tambahan visa serta asuransi. Sehingga total biaya tambahan sekitar Rp 2,7 juta.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Solo Akan Gelar Muscablub dengan Protokol Covid-19. Delapan Orang Sudah Mendaftar Sebagai Calon Ketua

“Bagi biro perjalanan umrah, kebikakan ini akan sangat berdampak. Terutama bagi calon peserta umrah yang sudah mendaftar sebelum kebijakan baru dikeluarkan. Mereka harus menambah biaya lagi. Kemarin beberapa biro umrah sudah mengumpulkan jamaah umrah, akhirnya ada yang mengambil kebijakan menambah biaya sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Ada juga yang melakukan down grade atau menurunkan pelayanan, tapi ini tidak kami sarankan,” tukasnya. Triawati PP