loading...
Foto/Humas

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Fakta mencengangkan terungkap dari kasus-kasus ujaran kebencian dan sebaran hoax di media sosial. Ternyata, data menunjukkan mayoritas pelaku penyebar hoax adalah dari kaum hawa atau perempuan.

Hal itu terungkap dalam Workshop Literasi Digital yang digelar Pemkab Karanganyar, kemarin.

Pegiat digital dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Soloraya, Erwina Tri S mengungkapkan data tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan Mabes Polri terhadap pelaku penyebaran hoax, terutama terkait hoax penculikan anak beberapa waktu silam.

Ia memaparkan bahwa latar belakang ibu rumah tangga sebagai tersangka penyebar hoax beragam. Mulai dari usia 20 hingga 60 tahun, dari pendidikan SMP sampai dengan S3.

“Dari aspek pekerjaan pelakunya mulai ibu rumah tangga sampai dengan guru, dosen hingga dokter. Salah satu alasan mengapa para ibu rumah tangga gampang share informasi hoax adalah rendahnya literasi digital dan rendahnya kemampuan cek fakta atas informasi yang diterima,” papar Erwina.

Baca Juga :  Data Terbaru Corona Karanganyar, Jumlah ODP Tambah 506 Orang Jadi 751 Orang. Jumlah PDP Turun Jadi 14 Orang, 5 PDP Dinyatakan Sembuh

Atas data itu, membuat Dinas Komunikasi dan Informatika mengundang seluruh Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan se- Kecamatan Karanganyar di Ruang Melati Pendhopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Pada kesempatan itu, Plt Kepala Diskominfo Karanganyar, Bachtiyar Syarif mengajak kepada para penggerak TP PKK kelurahan guna memanfaatkan gadget untuk hal-hal yang produktif. Namun demikian ‘serangan’ hoax memang bisa menyasar siapa saja.  Karenanya para ibu perlu belajar untuk cerdas dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari hoax dan menyebarkannya.

Baca Juga :  Beredar Kabar Pasar-Pasar se-Karanganyar Bakal Tutup Karena Corona, Begini Fakta Sebenarnya!

Workshop Literasi Digital menghadirkan dua pembicara yakni Eko Supriyadi mewakili Diskominfo membawakan materi “Digital Skill untuk Emak-Emak”.  sementara Erwina Tri dari Mafindo Soloraya memaparkan materi berjudul “Jarimu Harimaumu- Bijak Bermedsos Jauhi Hoax”. Wardoyo