loading...
Warga melihat dari dekat toko yang dibakar massa pengunjuk rasa di Kota Manokwari Papua Barat / tribunnews

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak lima warga Karanganyar yang berada di Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya, Provinsi Papua, kembali ke kampung halamannya, Minggu (13/10/2019).

Kelima warga ini, mendarat di Bandara Adi Sumarmo, Solo, dengan menggunakan pesawat komersil, dan dijemput oleh Dinas Sosial Karanganyar, dan langsung diantar ke rumah salah satu kerabatnya yang berada di Ngunut, RT 03/Rw 06, Tawangmangu.

Biaya kepulangan satu keluarga ini, sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Karanganyar.

Lima warga tersebut, masing-masing, Anisa Tiara (34), Puji Astuti (53), Kelila Nur (8), Nazwa Gusti (7) serta Elmutia (1).

Sedangkan sang suami yang bernama Agus Nur Arifin masih berada di Wamena. Satu keluarga ini harus pulang, karena seluruh harta benda mereka habis dibakar massa.

Baca Juga :  Jumlah ODP Corona Karanganyar Melonjak Tajam, Anggota DPRD Provinsi Jateng Sebut Belum Tentu Karena Pemudik. Minta Pendataan Pemudik Diperketat dan Imbauan Karantina Mandiri!

Kepulangan lima warga Tawangmangu ini, menambah deretan panjang warga Karanganyar yang kembali ke kampung halamannya, akibat konflik yang terjadi di Wamena.

Sebelumnya ada lima warga Karanganyar yang lebih dulu kembali. Disusul dua warga Karangpandan. Selanjutnya, 3 kepala keluarga (13 orang)  yang berasal dari Dusun Sutan, Kecamatan Gondangrejo.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Sosial Dinas Sosial Karanganyar, Marno mengatakan, warga Karanganyar yang kembali ke kampung halamannya tersebut, akan dilakukan pendataan dan verifikasi.

Apakah mereka yang pulang akibat kerusuhan atau  tidak. Setelah dilakukan verifikasi akan diberikan bantuan.

“Sementara diserahkan keluarga dulu biar pikiran tenang. Selanjutnya, nanti kita akan tanya, apa keinginan mereka, apakah pulang, ke Wamena atau tetap di Karanganyar. Bagi mereka yang lebih dulu pulang dengan menggunakan pesawat komersil. Juga akan kita klarifikasi, apakah kepulangan mereka sebelum konflik di Wamena atau saat terjadi konflik,” tandasnya. Wardoyo

Baca Juga :  Kesaksian Warga Penggali Liang Makam Ibunda Presiden Jokowi. Mengaku Kaget Tanahnya Sangat Gembur Saat Digali