loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tawuran antarwarga yang terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan dan mengakibatkan seorang polisi terkena sabetan senjata tajam, ternyata dipicu saling ejek di media sosial (Medos).

Tawuran itu sendiri terjadi Selasa (29/10/2019) sore.

“Iya mereka komunikasi lewat media sosial, ejek ‘apa lu? apa lu’ Awalnya mereka (saling serang) pakai petasan,” ujar Camat Tebet Dyan Airlangga saat dihubungi Selasa (29/10/2019) sore.

Dyan mengatakan sudah berusaha meredam potensi tawuran itu saat melihat banyak anak muda mulai berkumpul. Ia meminta mereka untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

Namun saat dia meninggalkan lokasi, tawuran itu pecah. Ia menduga anak-anak muda itu diprovokasi oleh sejumlah pihak di media sosial.

Baca Juga :  Data Terbaru Kasus Corona Indonesia, Sampai Rabu Terjadi 790 Kasus Corona, 58 Meninggal, 31 Sembuh

“Saya mau minta polisi sweeping lagi lah,” ujar Dyan.

Perjalanan kereta rel listrik atau KRL Commuter Line mengalami gangguan menjelang masuk ke Stasiun Manggarai pada Selasa sore, 29 Oktober 2019. Gangguan perjalanan KRL terjadi karena adanya tawuran antar warga di kawasan Manggarai.

Akibat dari tawuran itu, PT KCI menghentikan sementara KRL yang mengarah ke Stasiun Manggarai.

“Kami mohon maaf atas gangguan perjalanan KRL akibat adanya awuran antarwarga yang terjadi sejak pukul 18.24 WIB menjelang masuk Stasiun Manggarai dari arah Sudirman,” kata juru bicara PT KCI Anne Purba melalui keterangan tertulisnya.

Baca Juga :  Tetangga dan Penggali Kubur Takut Tertular, Plt Bupati Terpaksa Ikut Mengubur Jenazah Pasien Corona

Terkait tawuran di Manggarai, Anne mengatakan perjalanan KRL dari arah Sudirman maupun Cikini dihentikan untuk menjamin keselamatan penumpang. KCI saat ini telah mengerahkan petugas keamanan gabungan PT KAI Daop 1 Jakarta dan PT KCI untuk mengamankan kondisi sekitar.

www.tempo.co