JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Elektabilitas Dipengaruhi Kinerja Jokowi, Pemilih Gibran Lebih Karena Faktor Emosional

Gibran Rakabuming Raka mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Solo di Panti Marhaen, Kantor Dewan Perwakilan Daerah PDIP Jawa Tengah, Kamis (12/12/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Langkah putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka seolah napak tilas jejak sang ayah dengan mencalonkan diri sehagai Walikota Solo.

Dengan status Jokowi sebagai Presiden, kinerja Jokowi, sedikit banyak akan berpengaruh pada elektabilitas Gibran di Pilwalkot Solo 2020.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif lembaga Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun.

“Mungkin dalam sembilan bulan ke depan kinerja Pak Jokowi akan mempengaruhi pilihan terhadap Gibran,” kata Rico dalam rilis survei Pilkada Kota Solo: Mengukur Elektabilitas di Tengah Isu Politik Dinasti di Restoran Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Pilkada 2020 akan digelar serentak pada 23 September tahun depan. Namun pendaftaran bakal calon kepala daerah akan digelar 16-18 Juni 2020.

Median telah menggelar survei pada 3-9 Desember 2019 dengan 800 responden di Kota Solo, Jawa Tengah.

Dari sigi itu, elektabilitas Gibran tercatat masih kalah dari Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo yang dicalonkan oleh DPC PDIP Solo.

Secara top of mind, elektabilitas Gibran sebesar 19,1 persen, sedangkan Purnomo 40,9 persen. Adapun dari pertanyaan tertutup elektabilitas keduanya secara berturut-turut 24,5 persen dan 45 persen.

Rico membeberkan, mayoritas responden memilih Gibran berdasarkan faktor emosional.

Sebanyak 18,5 persen responden memilih dia karena merupakan anak Presiden Jokowi. Motif ini berada di urutan kedua setelah alasan berusia muda (27,8 persen), dan diikuti alasan pengusaha yang kreatif (13 persen).

“Orang memilih Achmad Purnomo ini faktor rasionalismenya itu lumayan tinggi karena berpengalaman. Tapi kalau orang memilih Gibran ini faktor emosionalnya justru lebih tinggi,” kata Rico.

Adapun tiga besar alasan responden memilih Purnomo ialah dianggap berpengalaman (42,5 persen), merakyat (8,3 persen), dan belum ada calon lain yang dianggap kuat (6,1 persen).

www.tempo.co

Baca Juga :  Kasus Korupsi Proyek Jembatan di Kampar, KPK Tahan 2 Tersangka