loading...
Loading...
Ilustrasi / tempo.co

DEPOK, JOGLOSEMARNEWS.COM –
Ibu anak ini sungguh kompak. Tapi sayangnya, kekompakan itu dilakukannya untuk membantu peredaran barang haram alias narkoba.

Alhasil, sang ibu yang bernama Nisfiatun Rochmawati (54) inipun dicokok dan ditahan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepala Polres Metro Kota Depok Ajun Komisaris Besar Azis Andriansyah mengatakan, ibu tersebut hendak menyelundupkan narkotika golongan 1 jenis sabu ke rutan untuk anaknya.

Uniknya, oleh anaknya itu, sang ibu diberi upah Rp 200.000.

“Upah ini diberikan oleh si pemesan yang merupakan anak kandungnya sendiri,” kata Azis, Sabtu (7/12/2019).

Nisfiatun sebelumnya ditahan oleh petugas Rumah Tahanan kelas IIB Kota Depok saat hendak menyelundupkan paket sabu seberat 1,90 gram yang ditujukan untuk anak kandungnya, Ruly, terpidana kasus curanmor.

Baca Juga :  Pelajar Malang Yang Bunuh Begal Karena Minta Keperawanan Pacarnya, Malah Terancam Hukuman Seumur Hidup. Pengacara Sesalkan Pasal Pembunuhan Berencana

“Sang anak memperjualbelikan narkotika ini di dalam rutan,” kata Azis.

Azis mengatakan, sang ibu sudah dua kali mengantarkan paket sabu itu ke dalam rutan.

“Yang pertama lolos dan sudah sempat dijualbelikan di dalam lapas dengan harga Rp 300.000 per setengah gramnya,” kata dia.

Menurut Azis, sindikat narkoba ini merupakan keluarga. Tersangka mengaku mendapatkan barang itu dari anaknya yang merupakan adik si pemesan atau narapidana di Rutan Depok.

“Ini unik, jaringan ini dilakukan oleh satu keluarga, kita sedang lakukan pengejaran ke tersangka utama,” ujarnya.

Baca Juga :  PDIP Beri Lampu Hijau Risma Maju Pilgub DKI Tanpa Fit and Proper Test

Atas perbuatannya, tersangka pengedar sabu itu dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana makaimal 20 tahun penjara.

www.tempo.co

Loading...