JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Sebelum Bunuh Diri Ajak Mati Anaknya, Ibu di Purwantoro Wonogiri ini Tinggalkan Surat Wasiat

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Suasana di rumah duka. Dok. Kodim 0728 Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fakta lain terungkap dalam kasus bunuh diri seorang ibu dengan anaknya di Dusun Bendo, RT 3 RW 6, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Kamis (12/12/2019).

Sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat menuliskan semacam surat wasiat. Isinya tulisan “Nek aku mati aku pengen dikubur karo keluargaku ditumpuk nak ora tak dendeni”. Artinya kalau saya meninggal saya mau dikubur sama keluarga saya ditimpuk/dijadikan satu liang lahat, kalau tidak mau dihantui.

Baca Juga :  Ini Cerita Penemuan Benda Diduga Bom Buku di Tukluk Desa Sejati Kecamatan Giriwoyo Wonogiri. Takut, Akhirnya Dibuang ke Sungai

Kepala Desa Bakalan Danang mengatakan, korban dan keluarganya bukan tergolong keluarga miskin penerima bantuan. Kehidupannya juga cukup layak dan memiliki sejumlah sepeda motor.

“Korban memang warga asli Bakalan, dan memang ada surat semacam wasiat itu,” kata dia.

Namun dia belum bisa memastikan apakah nantinya para korban dimakamkan dalam satu liang seperti diminta dalam surat wasiat. Yang jelas hingga saat ini para korban baik yang telah meninggal maupun masih kritis masih berada di RS PKU Muhammadiyah Ponorogo, Jatim.

Baca Juga :  46 Pegawai Disdikbud Wonogiri Dites Swab Hasilnya Tak Ada yang Positif COVID-19, Kabar Baik Lur

Sebagaimana diwartakan, satu keluarga terdiri dari seorang ibu dan satu anaknya ditemukan tewas di rumahnya, Dusun Bendo, RT 3 RW 6, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Kamis (12/12/2019).

Selain itu 1 anak kandung korban ibu lainnya kritis. Ada dugaan mereka meminum obat hama Furadan.

Identitas korban tewas adalah Winarsih (38) dan anak keduanya Kirana Tasoda (7). Sedangkan korban kritis adalah Zaki Isa Majida (10). Aria