JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Komisi IV DPRD Sidak 2 Puskesmas di Sragen. Minta Petugas Lebih Ramah, Pelayanan Pasien BPJS Tak Dibeda-bedakan!

505
Tim Komisi IV DPRD Saat sidak di Puskesmas Tanon I, Selasa (14/1/2020). Foto/Wardoyo
loading...
Tim Komisi IV DPRD Saat sidak di Puskesmas Tanon I, Selasa (14/1/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Tim Komisi IV DPRD Sragen menggelar inspeksi mendadak ke dua Puskesmas yakni Puskesmas I Tanon dan Puskesmas I Plupuh, Selasa (14/1/2020).

Meski tak ada temuan signifikan, tim DPRD meminta agar petugas lebih meningkatkan keramahan dan memperbaiki layanan bagi pasien pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Tim Komisi IV yang sidak terdiri dari Fathurrohman, Sukamto, Hariyanto, Jumari, dan Tono.

Sidak di Puskesmas Tanon I dengan mengecek kondisi kelayakan ambulans yang sempat dikeluhkan karena tak bisa dipakai. Kemudian tim mendapati kondisi jalan masuk yang dinilai kurang layak karena gorong-gorong terlalu sempit.

“Untuk ambulans di Puskesmas Tanon I tadi disampaikan sudah bisa digunakan. Untuk gorong-gorong pintu masuk itu akan dikoordinasikan ke Pemkab karena itu bukan kewenangan Puskesmas. Di Plupuh I, IGD memang kurang layak tapi kan nanti akan dibangun baru. Jadi relatif nggak masalah,” papar anggota Komisi IV dari Nasdem, Tono seusai sidak.

Baca Juga :  Darurat Corona, Kapolres Sragen Malam-Malam Terjun Bubarkan Sejumlah Kerumunan Warga di Jalur Kota. Pengelola Karaoke Gravista Langsung Keder dan Hentikan Operasi
Tim Komisi IV saat sidak. Foto/Wardoyo

Anggota Komisi IV dari PKB, Fathurrohman menyampaikan secara prinsip tak ada temuan yang signifikan dari sidak di dua Puskesmas di wilayah Sragen barat itu. Namun ia hanya menekankan perbaikan pelayanan terutama pada bidan desa dan pelayanan kepada pasien BPJS.

“Keluhan yang paling banyak masuk ke kami, pasien BPJS itu kadang pelayanan dirende-rende dan lebih didahulukan yang pasien umum karena mbayar. Padahal pasien BPJS kan juga mbayar dan kalau yang BPJS dibiayai pemerintah kan karena mereka tidak mampu. Lalu ada masukan juga agar pasien BPJS yang sudah sepuh dan ibu hamil diharapkan ada prioritas didahulukan. Lalu dokter dan petugas diminta lebih ramah dan nggak boleh galak. Kalau nanya atau memberi informasi ya yang ramah,” terangnya.

Baca Juga :  Data Terbaru Corona Sragen 23 Maret, Ada 300 Lebih Berstatus PP, 8 ODP dan 2 Orang PDP. Bupati Minta Warga Kategori PP Tetap Isolasi Mandiri di Rumah!

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, Hargiyanto mengatakan untuk Puskesmas Plupuh I, menurut rencana memang akan dibangun baru yang lebih representatif.

Sementara untuk keluhan pasien BPJS yang dianggap kadang diskriminatif atau kurang ditanggapi cepat, menurutnya selama ini justru pasien yang banyak periksa ke Puskesmas adalah pasien BPJS.

“Bisa dilihat, pasien yang ke Puskesmas itu kebanyakan 95 persennya malah BPJS. Yang pasien umum hanya 5 persen. Nggak lah, kalau dirende-rende,” katanya. Wardoyo