JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

KontraS: Penataran P4 Cukup untuk Aparat Penegak Hukum Saja

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menkopolhukam Mahfud MD menyambangi Pulau Natuna, Kepulauan Riau pada Kamis (6/2/ 2020)/ tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – 
Rencana pemerintah yang akan menghidupkan kembali penataran P4, dinilai tidak tepat. Jika hal itu tetap akan dilaksanakan, disarankan penataran P4 hanya diperuntukkan bagi aparat hukum dan pejabat publik saja.

Hal itu sitwgaskan oleh Staf Biro Penelitian, Pemantauan, dan Dokumentasi Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar.

Rivanlee menjelaskan banyak tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila justru terjadi karena ada peran negara di dalamnya.

Aparat hukum yang tidak tegas hingga peraturan-peraturan yang merestui sikap intoleran.

“Persoalan yang terjadi, yang bertentangan dengan Pancasila, seperti pembatasan pada kebebasan berkumpul atau pembatasan berkeyakinan dan beribadah itu karena lemahnya penegakan hukum,” katanya saat dihubungi Tempo, Rabu (19/2/2020).

Selain itu, kata dia, meski pemerintah mengemas penataran P4 ini secara kekinian mungkin, hal ini tidak mudah untuk menyasar masyarakat.

“Sekarang akses informasi mudah didapat. Kalau dikembalikan ke satu jalur saja lewat indoktrinasi P4 itu akan membuat masyarakat homogen dan seolah negara mau coba mengatur sedemikian rupa warganya,” kata Rivanlee.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md sebelumnya mengatakan, pemerintah akan kembali menghidupkan P4 dengan format yang baru.

“Dahulu, sebelum saya meninggalkan BPIP itu sudah ada keputusan kita akan menciptakan penataran-penataran. Jadi, itu sudah dimulai,” katanya Senin kemarin.

Mantan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu mengatakan saat ini sudah ada beberapa orang yang mendapatkan penataran.

Mereka nantinya akan memberikan materi penataran di tanah air.

www.tempo.co

Baca Juga :  Pegawai KPU Bekerja dari Rumah Lantaran Ketuanya Positif Covid-19