JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Wanita Penghina Tri Rismaharini Ini Menangis dan Minta Maaf

Wanita yang menghina Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di Medsos ditangkap / tribunnews

SURABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Era milenial seperti sebuah eforia, salah satunya lewat media sosial (Medsos). Namun, penggunaan medsos mestinya hati-hati jika tak ingin berurusan dengan hukum.

Banyak orang yang sudah tersandung kasus hukum lantaran tak bijak bermedia sosial, salah satunya adalah Zikria Dzatil.

Dia adalah wanita ibu rumah tangga, yang melalui akun facebooknya melakukan penghinaan terhadap Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Lantaran itulah, dia dilaporkan ke polisi, dan ditangkap di rumahnya. Saat tersandung hukum itulah, Zikria mengaku menyesal.

Ibu rumah tangga asal Bogor, Jawa Barat, tersebut hanya bisa terisak ketika menyampaikan permohonan maaf kepada Tri Rismaharini.

Sambil terisak, Zikria memanggil Tri Rismaharini yang sempat dihinanya itu dengan sebutan Bunda.

“Saya meminta maaf, saya sama sekali tidak ada maksud menghina bunda Risma. Maafkan saya Bunda, saya menyesal,” kata Zikria sambil menitikan air matanya di hadapan wartawan, Senin (3/2/2020).

Zikria juga menyebut jika perkataannya yang ditulis di media sosial hanya sekadar emosi dan terbawa situasi di media sosial.

“Saya ingin menunjukkan bahwa siapa saya sebenarnya. Saya seperti itu hanya karena situasi di media sosial. Saya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Maafkan saya bunda Risma,” katanya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

“Atas kejadian ini, kita semua bisa belajar. Kami imbau agar masyarakat lebih santun dan bijak dalam menggunakan media sosial,” kata Sandi.

Baca Juga :  Emak-emak Penggunting Bendera Merah Putih Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka, Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun atau Denda Rp500 Juta

Diketahui sebelumnya, penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, baru-baru ini tengah menyedot perhatian publik.

Bahkan, hal ini juga sempat membuat geram Forum Arek-arek Suroboyo Wani yang merasa tak terima Wali Kota mereka dihina.

Seperti diketahui, dugaan pencemaran nama baik itu sempat diunggah dan diposting melalui akun media sosial Zikria Dzatil.

Postingan yang diunggah oleh akun Facebook bernama Zikria Dzatil ini akhirnya dilaporkan pada 21 Januari 2020 lalu.

Akun Facebook tersebut dilaporkan telah mem-posting foto Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, disertai sebuah caption yang tak pantas.

Mengetahui hal tersebut, Widodo selaku anggota Forum Arek Suroboyo Wani akhirnya melapor pada pihak berwajib.

Widodo menyampaikan, pelaporan ini adalah bentuk dukungan moril serta memberikan peringatan agar bijak dalam bermedia sosial.

“Hal ini sebagai wujud dukungan moril kepada Bu Wali Kota, serta sebagai upaya merawat atmosfer demokrasi yang sehat dan cerdas dengan tidak menyalahgunakan media sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran telah menindaklanjuti pelaporan tersebut.

Sudamiran akhirnya menemukan pemilik akun tersebut sudah terdeteksi berada di Jawa Barat.

“Kami sudah amankan, saat ini masih proses untuk pemeriksaan. Kalau sudah selesai akan dirilis Kapolrestabes,” kata Sudamiran.

Kronologi Penangkapan

Polisi menangkap Zikria Dzatil di rumahnya, Perumahan Mutiara Bogor Raya, RT 04/16, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (31/1/2020) malam.

Baca Juga :  Nama Menteri Tjahjo Kumolo Dicatut untuk Menipu, Korban Transfer Rp 3,8 M

Saat rumahnya disambangi aparat kepolisian, terduga pelaku sempat enggan membuka pintu rumah dan lampu rumah mendadak dimatikan.

Ketua RT setempat yang menyaksikan penangkapan oleh polisi, Komar Soleh, menjelaskan bahwa ibu rumah tangga terduga pelaku ujaran kebencian itu mengaku sempat kaget dan mengurung diri di lantai 2 rumahnya.

“Tadinya agak susah pintu mungkin kaget atau gimana, kan enggak ada suaminya (kerja). Setelah ditelepon suaminya, baru cair. Dia sendiri mengakui, waktu ketok-ketok saya di lantai atas, kaget, saya lagi menenangkan diri, ngisi energi, katanya,” terang Komar Soleh, Minggu (2/2/2020).

Komar menjelaskan terduga pelaku ini seperti sudah merasa akan didatangi polisi namun entah dia tahu dari mana.

“Feeling itunya saya gak tahu, mungkin dia udah ngerasa,” kata Komar.

Terduga pelaku ini, kata Komar cukup kooperatif saat ditangkap.

Namun, dia sedikit agak mengelak saat ditanyai sejumlah aparat polisi yang hendak mengamankannya itu.

“Pas saat itu agak kurang ini ya, agak turun naik pembicaraan. Tapi gak sampe lama di situ. Kan mungkin dia kaget ada polisi di situ,” katanya.

Komar mengatakan, rumah pemilik akun Zikria Dzatil ini dihuni oleh 5 orang termasuk 3 anak pelaku dan suaminya.

Kini, kata Komar, rumah tersebut sudah kosong tanpa penghuni sejak didatangi sejumlah aparat kepolisian tersebut.

Pantauan TribunnewsBogor.com, rumah bercat putih abu tersebut tampak tertutup rapat tanpa aktivitas sedikit pun, termasuk satu unit mobil dan satu unit motor ditinggal pemiliknya di lokasi.

Kini, polisi telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Usut punya usut, penyelidikan ini dilakukan setelah pihak berwajib mendapatkan laporan dari Bagian (Kabag) Hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

www.tribunnews.com