JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hati-hati, Pakai Surat Hasil Tes Swab Palsu Bisa Diancam Hukuman Penjara 6 Tahun. Kasus Mahasiswa Ini Bisa Jadi Contoh

Suasana bandara dengan orang-orang yang hendak melakukan perjalanan. Foto: pixabay.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Penggunaan surat hasil tes swab palsu untuk syarat kelengkapan dokumen perjalanan bisa diancam hukuman penjara. Kasus itulah yang dialami seorang mahasiswa berinisial F ini.

Tersangka F yang berusia 30 tahun dilaporkan telah ditahan pihak Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta setelah kedapatan akan menggunakan surat swab palsu saat akan terbang ke Jayapura, Papua.

Surat keterangan hasil tes swab memang masih menjadi salah satu dokumen wajib yang harus dimiliki calon penumpang pesawat yang hendak keluar dari Jakarta.

“Tersangka F menggunakan surat palsu tersebut untuk melengkapi dokumen penerbangan menuju Jayapura, Papua, pada 14 Juli 2020,” ujar Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).

Adi menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari kecurigaan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Utama Soekarno-Hatta terhadap dua calon penumpang penerbangan Garuda Indonesia GA-656 Jakarta – Jayapura berinisial F dan AAU (15).

Baca Juga :  Giliran Gedung Kemensos Lantai 1 Terbakar, Diduga Korsleting

Berdasarkan hal tersebut, petugas kemudian membawa kedua calon penumpang itu ke Kantor Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk diperiksa. Saat dilakukan pemeriksaan dokumen yang lebih rinci, terungkap bahwa surat hasil swab dengan keterangan negatif Covid-19 yang digunakan oleh tersangka ternyata palsu.

“Pelaku mendapatkan surat hasil negatif swab PCR palsu yang tertulisnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Asrama Haji Pondok Gede dari seseorang yang tidak pelaku kenal,” kata Adi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan surat hasil tes swab berkop Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Asrama Haji Pondok Gede yang digunakan oleh tersangka dapat dipastikan palsu. Sebab, surat tersangka dikeluarkan pada 13 Juli 2020, sementara Asrama Haji Pondok Gede terakhir digunakan sebagai tempat karantina dan pemeriksaan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 31 Mei 2020.

Baca Juga :  Dijerat Pasal Berlapis, Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Terancam Pidana Maksimal Hukuman Mati

Atas perbuatannya menggunakan surat hasil swab palsu itu, tersangka F dijerat dengan Pasal 268 KUHP atau Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tentang Kekarantinaan serta Undang-Undang nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Tersangka F terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Adi mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap pelaku utama yang mengeluarkan surat tersebut. Sedangkan F sampai saat ini masih mendekam di Rutan Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

www.tempo.co