JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Terkuak, Peredaran Narkoba di Solo Ternyata Disetir dari Rutan. Transaksinya Melalui Medsos Facebook

Jumpa pengungkapan kasus narkoba di Polresta Surakarta, Rabu (26/8/2020). Foto: Prabowo/JSNews
Jumpa pengungkapan kasus narkoba di Polresta Surakarta, Rabu (26/8/2020). Foto: Prabowo/JSNews

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sat Resnarkoba Polresta Surakarta berhasil mengamankan 12 tersangka peredaran narkoba selama bulan Agustus ini. Dari tangan mereka, turut disita barang bukti berupa 31,59 gram sabu-sabu, 5,04 gram, serta tiga paket tembakau gorila.

Kasat Narkoba Polresta Surakarta, Kompol Djoko Satrio Utomo membeberkan fakta mengejutkan berkait peredaran barang haram tersebut. Menurutnya, jaringan narkotika turut dikendalikan narapidana dari dalam Rumah Tahanan (Rutan).

“Para narapidana itu tersebut diindikasi berasal dari Rutan Klas IA Surakarta, Lapas (Lembaga Permasyarakatan-red) Sragen, serta Lapas Kedungpane (Semarang),” kata Djoko Satrio mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Baca Juga :  Nekat Demo di Tengah Pandemi, Saat Diminta Membubarkan Diri Oleh Polisi Puluhan Mahasiswa di Solo Malah Niat Melawan, Ada yang Bawa Cutter dan Palu

Dia memaparkan, meski mendekam di balik jeruji besi, mereka masih bisa mengendalikan narkotika dengan merekrut perantara atau peluncur. Para tersangka ini untuk mengelabuhi petugas tidak berkomunikasi melalui whatsapp, namun Facebook Messenger.

“Ada satu kasus di mana mereka berhubungan tidak lewat WA. Namun setelah kita dalami lewat Messenger Facebook. Makanya kalau kita cek di HPnya tidak ada transaksi lewat WA,” tambahnya.

Namun, lanjut Djoko, pihaknya masih harus memiliki bukti kuat untuk melakukan penangkapan terhadap napi yang melakukan pengendalian narkotika dari rumah tahanan. Mengingat mereka tidak terjun secara langsung.

Baca Juga :  Dua Pelaku Penyerangan di Mertodranan Solo Kembali Ditangkap, Salah Satunya Adalah Juru Parkir

“Jaringan ini melibatkan banyak orang, banyak pihak. Setiap individu memiliki peran masing-masig yang telah dibagi oleh napi tersebut. Bahkan rekeningnya bisa atas nama orang lain lagi di luar jaringan mereka. Sehingga untuk melakukan pengungkapan butuh waktu dan strategi tersendiri,” papar Djoko.

“Kita sudah lakukan koordinasi kerjasama dengan lapas terkait untuk bisa mengungkap sejauh mana keterlibatan dari orang-orang yang mungkin memiliki peran dalam kegiatan ini,” tegas Djoko Satrio.(Prabowo)