JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Jangan Anggap Enteng, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Wonogiri Sudah Mencapai Angka 252, Kasus Baru Berasal dari Pelaku Perjalanan

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemkab Wonogiri mewanti-wanti warganya tidak kendor menerapkan protokol kesehatan. Menyusul jumlah kasus pasien positif COVID-19 di Wonogiri yang terus menanjak.

Informasi terkini yang diperoleh dari Satgas Penanganan COVID-19 Wonogiri, Selasa (29/9/2020), ada penambahan sebanyak 11 kasus baru. Dengan demikian total jumlah kasus positif COVID-19 secara kumulatif menjadi 252 kasus. Kasus baru berasal dari pelaku perjalanan.

Dari jumlah itu ada 42 kasus positif Corona aktif atau masih belum sembuh. Perinciannya, 25 orang dirawat di rumah sakit dan 17 lainnya menjalani karantina khusus atau isolasi mandiri. Sementara sebanyak sembilan orang dinyatakan meninggal.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, Ibu Asal Bedoro Sambungmacan dan Satu Warga Ngebung Kalijambe Meninggal Dunia Terpapar Covid-19. Begini Riwayatnya!

Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa menyebutkan, kasus aktif tidak hanya dirawat di RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Sebagian dirawat di Sukoharjo dan Solo.

“Kasus baru berasal dari klaster perjalanan. Dampak diberlakukannya PSBB di Jakarta membuat cukup banyak warga Wonogiri yang pulang dari Jakarta dan kota besar zona merah lainnya,” ungkap dia.

Tapi dia menekankan, tidak menyalahkan kaum boro yang pulang. Pihaknya juga tidak menolak mereka.

“Tetapi kami mengimbau ketika sampai rumah melakukan karantina mandiri selama 14 hari walaupun merasa kondisinya sehat. Semisal ada gejala mengarah Corona segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat,” jelas dia.

Baca Juga :  Lur Warga Wonogiri, Meski Ada Libur Panjang dan Masuk Zona Kuning Jangan Piknik Dulu ya, Masih Rawan Soalnya

Kebijakan yang selama ini diambil, terus digelorakan. Salah satunya ketua RT dan RW lebih ketat lagi dalam pengawasan. Bila perlu ada pengawasan melekat dan ketat terhadap warganya yang baru saja pulang dari perantauan.

Dengan begitu, karantina mandiri yang dilakukan kaum boro yang pulang bisa terlaksana dengan baik dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Pak RT dan Pak RW kami mohon melakukan pengawasan ketat dan melekat. Mereka yang mengetahui warga yang pulang di lingkungan masing-masing. Peran Pak RT dan Pak RW sangat luar biasa disini,” kata dia. Aria