JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mengganas, 54 Warga Karanganyar Meninggal Suspek Covid-19 dan 22 Warga Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Total Kasus Tembus 448, Jumlah Warga Meninggal Capai 90 Orang

Ilustrasi pemakaman pasien corona. Foto/Humas Polda Jateng
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Minggu (27/9/2020) siang ini, jumlah kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai angka 448 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah kasus kematian juga makin mengkhawatirkan. Hingga hari ini, jumlah total warga meninggal dunia dengan status suspek covid-19, positif hingga probabel dilaporkan mencapai 90 orang.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Minggu (27/9/2020) siang ini, jumlah kasus positif covid-19 total mencapai angka 448.

Baca Juga :  Catat, Pemkab Karanganyar Gelontor 11.083 Paket Sembako Senilai Rp 2,2 Miliar Untuk Ringankan Beban Warga Terdampak Covid-19. Silakan Cek ke Kecamatan atau Dinas!

Dari jumlah itu, 60 orang masih dirawat, 366 sembuh dan 22 meninggal dunia.
Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 1.908 pasien.

Dari jumlah itu, 1.800 orang dinyatakan selesai pantauan, 54 orang masih dirawat dan 54 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total terkait covid-19 hingga hari ini tercatat sudah mencapai 90 orang.

Rinciannya 22 warga meninggal dengan status positif covid-19, 54 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 14 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Kabar Baik, Serikat Buruh di Karanganyar Tuntut Kenaikan UMK 4 %. Kalau Disetujui, UMK Tahun Depan Sudah di Atas Rp 2 Jutaan

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo