JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

8 Polisi Yang Menjaga Demo Tolak Omnibus Law, Akhirnya Positif Covid-19

Ilustrasi virus corona. Pixabay
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Delapan personel kepolisian Polres Metro Beksasi yang ikut menjaga jalannya demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, terpapar Covid-19.

“Ada gejalanya beberapa, seperti penciumannya sudah mulai hilang, sedikit demam,” ujar Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Hendra Gunawan saat dihubungi, Sabtu (17/10/2020).

Kelima orang itu, kata Hendra, melakukan swab test pada 11 Oktober 2020 setelah menjaga demonstrasi pada 5 – 8 Oktober 2020. Sementara tiga personel lainnya dinyatakan positif setelah menjalani tes swab pada 6 Oktober 2020.

Baca Juga :  Kunjungan Kontroversial Prabowo ke AS, Disebut Bahas Jet Tempur dan Laut Cina Selatan

Saat ini para anggota kepolisian itu sudah menjalani isolasi mandiri dan perawatan.

“Ini masih di-tracing, ya. Apakah terpaparanya dari tempat demo atau bukan. Tapi yang jelas hasil swab test-nya didapatkan pascademo,” kata Hendra.

Hendra menjelaskan pihaknya akan melakukan test swab massal terhadap seluruh anggota di wilayah hukumnya. Selain itu, Markas Polres Metro Bekasi juga akan mengetatkan protokol kesehatan, menyusul belum ditemukannya kasus positif di sana.

Baca Juga :  Ditangkap, Penghina Moeldoko dan Pelaku Ujaran Kebencian Dijadikan Tersangka

Adapun penyebab anggota polisi terkena virus corona, kata Hendra, kemungkinan diakibatkan imunitas tubuh yang turun akibat bertugas menjaga demonstrasi hampir sepekan penuh. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada para pendemo untuk menerapkan protokol kesehatan saat menyampaikan aspirasinya.

“Kadang kan mereka euforia lagi diskusi, ngak pakai masker kemudian lagi orasi lepas masker. Sementara polisi harus menjaga, di situ lah mungkin terkena corona,” kata Hendra.

www.tempo.co