JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Awas, BMKG Ingatkan Fenomena La Nina Berpotensi Landa Banyak Daerah. Ini Deretan Daerah Yang Berpotensi Dilanda La Nina!

Ilustrasi puting beliung dan angin kencang. Dok/JSnews

 

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah wilayah di Indonesia saat ini menghadapi fenomena La Nina. Pengaruh fenomena La Nina ini memicu curah hujan yang lebih tinggi atau di atas normal.

Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, beberapa provinsi di Indonesia memang sudah memasuki musim penghujan.

Adapun musim hujan menjelang penghujung tahun 2020 ini memiliki curah hujan yang lebih tinggi dan melebihi di atas normal mencapai 20-40 persen.

Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh fenomena la nina. Akan tetapi diperkirakan tidak akan sama di setiap wilayah.

Dwikorita mengingatkan bahwa curah hujan tinggi akibat dari dampak La Nina tersebut dapat terjadi pada tingkat bulan.

Artinya, beberapa hari dalam satu bulan dapat terjadi hujan lebat bahkan ekstrem.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Kabupaten Sragen Kamis 15 April 2021. Hujan Ringan Berpotensi Mengguyur Sore Sampai Malam

“Ini yang harus diwaspadai secara dini,” ujar Dwikorita di Jakarta, Minggu (11/10/2020)

Berdasarkan prakiraan cuaca harian BMKG, hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia hingga hari ini Senin (12/10/2020)..

Wilayah tersebut meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Riau, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo dan Maluku.

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan, fenomena la nina yang dihadapi Indonesia saat ini dapat berdampak pada potensi bahaya hidrometeorologi yang lebih buruk.

Selain pergerakan tanah, dampak La Nina juga dapat memicu terjadinya angin kencang, gelombang tinggi/pasang hingga banjir bandang.

Oleh sebab itu, BNPB merekomendasikan agar seluruh pemangku kebijakan tiap-tiap daerah mulai dari tingkat provinsi hingga pemerintah desa dapat melakukan upaya kesiapsiagaan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Pastikan seluruh organisasi perangkat daerah provinsi sudah mempersiapkan sumber daya dalam mendukung kesiapsiagaan,” kata Lilik.

Terkait peningkatan kapasitas masyarakat dengan dukungan pemerintah daerah, Lilik meminta agar penyampaian informasi dapat dilakukan dengan baik sehingga pesan dapat diterima dan tidak menakuti masyarakat.

Baca Juga :  Awas, Polda Metro Tak Main-main. Mudik Lewat Lubang Tikus Pun Bakal Ditindak Tegas!

“Sosialisasikan informasi kepada masyarakat dengan bijak, jangan menakuti-nakuti,” kata Lilik.

Lilik mengimbau setiap keluarga untuk mengidentifikasi risiko bencana yang ada di sekitar.

Kesiapsiagaan sejak dini dibutuhkan untuk memastikan tidak adanya korban jiwa apabila terjadi peristiwa ekstrem.

“Diskusikan dengan anggota keluarga maupun komunitas di masyarakat terkait dengan potensi ancaman bahaya yang ada di sekitar sehingga risiko bencana dapat dihindari,” ujar Lilik.

www.teras.id