JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Masih Melaju, Kasus Covid-19 Karanganyar Naik Jadi 746, Total Sudah 137 Warga Meninggal Dunia. Sehari Tadi 2 Warga Probabel Dilaporkan Meninggal

Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan.

Hari ini, Selasa (27/10/2020), jumlah kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari sudah mencapai 746 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek juga terus menanjak mencapai 2.257 dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Selasa (27/10/2020) pagi, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 746.

Baca Juga :  Air Mata Mantan Bupati Rina Menetes Tak Tega Lihat Kondisi Dwi Rahayu Asal Jumantono Karanganyar Yang Tinggal Tulang Terbungkus Kulit Digerogoti Penyakit Misterius

Dari jumlah kasus itu, 148 orang masih dirawat, 555 sembuh dan 43 meninggal dunia. Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 2.257 pasien.

Dari jumlah itu, 2.118 orang dinyatakan selesai pantauan, 81 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total terkait covid-19 hingga hari ini tercatat tambah lagi  mencapai 137 orang.

Rinciannya 43 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 36 warga meninggal dalam status probabel. Sehari tadi ada dua warga dengan status probabel kembali dilaporkan meninggal dunia.

Baca Juga :  Innalillahi, Sehari Tadi 4 Warga Karanganyar Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Jumlah Total Warga Meninggal Dunia Tambah Jadi 204 Orang

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo