JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Merdeka Banget, 2 Nenek di Sragen Ini Curi Perhatian Saat Asyik Ngobrol Berdua di Sawah Sampai Tak Sadar Ada Pejabat Penting di Hadapannya. Simak Jawaban-Jawaban Polosnya Soal Corona dan Pilkada!

Dua nenek di Jetiskarangpung Plupuh yang mencuri perhatian Bupati Sragen karena asyik ngobrol di pematang sawah. Foto/Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Dua orang nenek di Desa Jetiskarangpung, Kecamatan Plupuh, Sragen mendadak mencuri perhatian Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Dua nenek berusia golden age itu tanpa sengaja tertangkap mata oleh Yuni, saat tengah bersepeda santai di wilayah tersebut, beberapa hari lalu.

Kedua nenek itu mendadak mengusik perhatian cabup petahana, Mbak Yuni, karena terlihat asyik ngobrol berdua di tengah sawah.

Panas terik tak meruntuhkan semangat kedua nenek itu untuk menikmati suasana persawahan siang itu. Bahkan, saat didekati dan diajak ngobrol, keduanya masih terlihat santai dan tak bergeming.

“Iya, kemarin pas saya jalan-jalan naik sepeda mau ke Menara Pandang, waktu itu di Desa Jetiskarangpung, saya lewat di jalan tengah sawah tiba-tiba ada dua nenek yang asyik ngobrol di tengah sawah. Saya langsung berhenti dan turun menghampiri mereka,” ujar Yuni, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (23/10/2020).

Yuni mengatakan saat didekati, kedua nenek yang terlihat sangat merdeka itu, masih melanjutkan ngobrol asyik mereka.

Bahkan saat dirinya duduk di samping mereka dan mencoba menyapa dalam bahasa Jawa Inggil, semua kedua nenek itu tetap asyik ngobrol.

Baca Juga :  Innalillahi, 2 Warga Sragen Kota dan Bandung Ngrampal Dilaporkan Meninggal Dunia. Total Sudah 117 Warga Meninggal

Saya sapa Mbah, pripun kabare? Sehat-sehat mawon kan. Kok maskernya nggak diagem,” ujar Yuni menceritakan.

Seolah tanpa beban, kedua nenek itu kemudian menjawab blak-blakan bahwa mereka sebenarnya di rumah juga punya masker.

Namun selanjutnya alasan mereka tak pakai masker pun malah terdengar bikin geli. Mereka juga tak sadar jika yang sedang di hadapan mereka adalah calon bupati dan bupati Sragen saat ini.

“Waktu saya tanya kok nggak pakai masker, malah jawabnya polos banget. Mereka bilang corona niku lak teng mrika-mrika nek teng mriki mboten wonten (corona kan di sana-sana, kalau di sini nggak ada),” tuturnya.

Karena tak bawa dan pakai masker, kedua nenek itu kemudian diberi masker oleh Yuni. Namun saat disuruh memakai, keduanya tetap kekeh nggak mau pakai juga meskipun saat itu Yuni juga menyerahkan sambil memakai masker.

Meski demikian, Yuni tetap memberi pemahaman bahwa virus corona memiliki tingkat penyebaran yang cepat sehingga memakai masker dalah cara efektif mencegah penularan. Ia juga berpesan agar kedua nenek itu mau mengenakan masker setiap aktivitas keluar rumah.

Baca Juga :  Tambah Panas, Anggota DPRD Sragen Telanjangi Indikasi Permainan Distribusi Pupuk Bersubsidi. Disebut Mirip Semacam Sindikat, BRI Disemprot Diminta Tak Hanya Jual Kartu Tani Doang!

“Saya sempat tanya, mereka njawabnya sapa to we wong Jogja to. Saya jawab kula Bupati Sragen Mbah. Mereka bilang o Bupati Sragen tiyang Jogja,” urai Yuni sedikit tersenyum jika mengingat momen itu.

IMG 20201019 WA0032 1
Bupati Yuni sampai tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawaban polos kedua nenek di Jetiskarangpung, Plupuh. Foto/Istimewa

Setelah ngalor ngidul dijelaskan, kedua nenek itu baru paham bahwa yang di hadapannya adalah bupati sekaligus Cabup Sragen.

Saat ditanya soal Pilkada, keduanya lagi-lagi melempar jawaban lugu jika tidak tahu yang namanya Pilkada.

Namun setelah dijelaskan agenda Pilkada Sragen akan digelar 9 Desember 2020 dan dimintai restu, kedua nenek asyik itu baru kemudian melempar senyum sembari menyampaikan siap mendoakan agar niat Yuni terkabul di Pilkada nanti.

“Mereka nggak tahu kalau mau ada Pilkada. Tapi waktu saya mintai restu, bilangnya ya Nduk tak pengestoni muga-muga terkabul,” tandasnya menirukan jawaban kedua nenek berkesan itu. Wardoyo