JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tak Boleh Langsung Pulang ke Rumah, Jemaah Umrah yang Kembali dari Mekkah Wajib Jalani Karantina

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Foto: Dok BPNB/M Arfari Dwiatmodjo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Rombongan jemaah umrah kloter pertama asal Indonesia yang diberangkatkan pada 1 November 2020 lalu telah kembali ke Indonesia, Selasa (10/11/2020). Meski demikian, mereka belum diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing dan masih harus menjalani karantina.

Disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, setiap jemaah umrah yang baru pulang dari Mekkah, setibanya kembali di Indonesia wajib menjalani protokol kesehatan. Para jemaah akan menjalani tes Covid-19 sebagai langkah screening.

Selanjutnya, sambil menunggu hasil tes keluar, para jemaah akan dikarantina di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Hal ini dilakukan untuk memastikan status kesehatan para jemaah bebas dari virus corona sebelum kembali ke keluarga.

Baca Juga :  Bupati Bogor Umumkan Positif Covid-19, Gubernur Ridwan Kamil Kirim Doa

“Apabila tes menunjukkan hasil positif (Covid-19), maka jemaah akan dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan lebih lanjut,” jelas Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Selasa (10/11/2020).

Sebagai rumah sakit rujukan, saat ini sudah semakin banyak tersebar di Jakarta, termasuk di antaranya Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Timur.

“Sedangkan bagi jemaah umrah dengan hasil tesnya negatif Covid-19, tetap wajib menjalani isolasi di fasilitas kesehatan yang ditentukan pemerintah,” lanjutnya.

Sebagai informasi, aturan penyelenggaraan ibadah umrah selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia harus merujuk pada Keputusan Menteri Agama Nomor 719 Tahun 2020.

Baca Juga :  Gubernur Anies Akui Kepatuhan 3M di Jakarta Menurun

Dalam regulasi tersebut mengatur penyelenggara perjalanan ibadah umrah harus memperhatikan mekanisme karantina dan calon jemaah, memperhatikan kuota pemberangkatan dan memperhatikan pelaporan keberangkatan, kedatangan, serta kepulangan calon jemaah.

Regulasi ini juga disusun untuk memberikan perlindungan kepada jemaah umroh agar tidak terjadi penularan selama menjalani ibadah umrah.

Para jemaah juga diwajibkan mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, seperti 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencucintangan selama berada di Tanah Suci.