JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Berani Adang Lagi Petugas di Petamburan, Polda Metro Jaya Ancam Tindak Tegas

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat memegang uang palsu (black dollar) dari hasil penipuan WNA Asal Kamerun / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Polisi bakal ambil tindakan tegas jika usaha pengadangan petugas masih terjadi di Petamburan, Jakarta Pusat.

Hal itu ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus.

Dia mengatakan, pengadangan itu dilakukan oleh sejumlah anggota FPI berpakaian dan beratribut putih di depan Gang Paksi, yang menuju ke rumah Rizieq Shihab, Rabu siang.

Mereka berusaha menghalangi penyidik Polda Metro Jaya yang hendak menyerahkan surat pemanggilan kedua terhadap Rizieq Shihab di rumahnya.

“Dengan tegas kami menyampaikan kepada mereka, kami sebagai petugas kepolisian mempunyai tugas, punya dasar hukum semua, kalau memang menghalangi kami,” ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (2/12/2020).

Baca Juga :  Bukan Tanpa Alasan, Ini Dasar Pemerintah Perpanjang Penerapan PPKM Jawa-Bali Sampai 8 Februari!

Meskipun ada pengadangan dan situasi sempat menjadi tegang, Yusri mengatakan tidak sampai terjadi kericuhan di sana. Polda Metro Jaya telah menerjunkan personel Brimob ke Petamburan untuk mengawal penyidik saat mengirimkan surat panggilan kepada Rizieq Shihab dan menantunya Hanif Alatas.

Yusri mengatakan setelah dibujuk oleh penyidik, anggota FPI akhirnya mau menerima surat pemanggilan terhadap Rizieq Shihab.

Baca Juga :  Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Bakal Terima Uang Asuransi Rp 1,25 Miliar Per Penumpang

“Surat sudah diterima oleh Ustad Eko,” kata Yusri.

Pemanggilan itu dilakukan polisi setelah Rizieq Shihab tak bisa hadir dalam pemeriksaan pertama di Polda Metro Jaya pada Selasa kemarin. Kuasa hukumnya menyatakan Rizieq tak bisa datang karena kurang sehat dan harus beristirahat.

Sebagai gantinya, penyidik melakukan penjadwalan ulang pemeriksaan menjadi Senin pekan depan. Rizieq Shihab dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan bersama dengan menantunya Hanif Alatas sebagai saksi atas kerumunan di Petamburan pada Sabtu, 14 November 2020.

www.tempo.co