JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Pantura

Lelakon, Dihamili Pak Kades, Perempuan Ini Mengaku Tak Kunjung Dinikahi Malah Dipukuli, Diancam Dibunuh dan Disantet

Ilustrasi kekerasan. Pixabay

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang perempuan berinisial NA (17) Warga Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengaku telah dihamili oleh kepala desa (kades).

Perempuan tersebu tak kunjung dinikahi dan sering dipukuli oleh pak kades, bahkan ia mengaku diancam dibunuh hingga disantet.

Tak betah dianiaya oleh calon bapak dari anaknya, NA melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan, Rabu (24/3/2021) siang.

Ia mengadukan salah satu kepala desa, di Kecamatan Paninggaran yang dituding telah menghamili dan ingkar menikahinya.

Baca Juga :  Kopdarnas Arus Informasi Santri Nusantara Digelar di Ponpes Maslakul Huda Kajen Pati

“Hari ini saya melaporkan atas kasus, saya dihamili oleh kades yang ada di wilayah Kecamatan Paninggaran,” kata NA kepada Tribunjateng.com.

Selain melaporkan kasus atas dihamili kades, ia juga melaporkan atas ancaman dan kekerasan yang dialaminya.

Dirinya juga mempunyai bukti-bukti ancaman dalam bentuk rekaman suara dan screenshot chat kades tersebut.

“Kehamilan saya berusia 11 minggu, saya dihamili dibawah ancaman,” kata dia.

Baca Juga :  Kopdarnas Arus Informasi Santri Nusantara Digelar di Ponpes Maslakul Huda Kajen Pati

“Ancamannya dalam bentuk perkataan melalui WhatsApp, telepon, atau ngomong secara langsung,” imbuhnya

NA juga mengungkapkan, dirinya juga diancam mau dibunuh, disantet, dan dibikin sengsara seumur hidup.

“Saya kenal dengan kades sejak tahun 2015,” ujar perempuan berkerudung itu.

“Sejak pertama kenal hingga sekarang saya sering menerima kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang, dijambak, bahkan diludahi,” ungkapnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com