JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tawuran Remaja Gegerkan Semarang di Waktu Sahur, Pengguna Jalan Ketakutan, Netizen Sebut Ada yang Membawa Senjata Tajam

Ilustrasi tawuran.

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kota Semarang digegerkan dengan aksi tawuran remaja di sejumlah lokasi pada hari Minggu (18/4/2021) dini hari.

Sejumlah lokasi yang menjadi aksi tawuran yakni di depan Klenteng Sampookong, Kecamatan Semarang Barat; Sumuradem, Bangetayu, Kecamatan Genuk; Jalan Kokrosono sekitar Bendung Gerak dan depan gang Kinibalu, Tandang, Kecamatan Tembalang.

Waktu kejadian tidak bersamaan, kisaran waktunya terjadi sejak tengah malam hingga dini hari menjelang waktu sahur.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebagian besar tawuran tidak berlangsung lama dan para pelaku membubarkan diri. Namun, ada tawuran lain yang pada akhirnya membuat warga resah.

Satu di antara tawuran yang paling meresahkan warga yakni yang berada di Bangetayu, Genuk.

Baca Juga :  Innalillahi, Dunia Pemudik Berduka, Seorang Pemudik Tewas Mengenaskan Usai Kecelakaan Maut Gasak Tiang Baliho di Purbalingga. Motornya Yamaha Vega, Pelat Nopolnya B BCX

Seorang netizen bahkan mengungkapkan peristiwa tawuran itu ke media sosial Facebook.

“Mohon bapak bapak anggota Kepolisian ada tawuran di daerah Sumuradem, beberapa pemuda membawa sajam (senjata tajam). Banyak para pengguna jalan yang takut lewat di jalan arah Genuk,” tulis netizen bernama Sekar di grup Facebook Bankom Polrestabes Semarang.

Setelah informasi sampai ke polisi, anggota dari Polsek Genuk langsung bergerak menuju lokasi.

Peserta tawuran sendiri sebagian besar merupakan remaja atau anak-anak di bawah umur. Polisi menemukan bahwa posisi tawuran sudah bergeser ke daerah Sedayu Tugu.

Baca Juga :  Perajin Tahu Sragen Tercekik Harga Kedelai Impor, Anggota DPRD Jateng Sriyanto Saputro Desak Pemerintah Segera Intervensi. Operasi Pasar atau Rumuskan Subsidi!

“Polsek Genuk bersama warga telah membubarkan anak-anak tawuran di Sedayu Tugu. Saat anggota kami datang, anak-anak lari berhamburan,” ungkap Kapolsek Genuk Kompol Subroto, Senin (19/4/2021).

Saat dibubarkan, tidak ditemukan adanya senjata tajam. Diduga mereka melakukan tawuran dengan tangan kosong. “Jumlahnya sekitar 20 anak-anak di bawah umur,” imbuh Subroto.

Setelah pembubaran, polisi kemudian berjaga di area Genuk untuk mengantisipasi adanya tawuran kembali.

Sementara itu, di tempat lain polisi juga melakukan patroli untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

Misalnya, Polsek Semarang Utara yang memiliki Tim Resmob Elang Utara, berpatroli rutin dengan relawan dari Pokdarkamtibmas setempat. []

www.tribunnews.com