JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gempa Malang Tewaskan Lima Orang Warga, Ini Rinciannya

ilustrasi gempa / Tempo.co

LUMAJANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gempa Malang ternyata menimbulkan korban jiwa. Jumlah korban tewas bencana gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menjadi lima orang.

Kelimanya merupakan warga kecamatan Tempursari. Update data yang diterima tempo menyebutkan, kelima korban adalah Ahmad Fadholi, warga Desa Tempurrejo RT 002 RW 002 Kecamatan Tempursari.

Fadholi meninggal karena tertimpa batu yang jatuh dari tebing di daerah Piket Nol, Kecamatan Pronojiwo.

Ada juga Sri Yani (46), warga Desa Tempurrejo RT 002 RW 002 Kecamatan Tempursari. Dia meninggal di RSUD dr Haryoto setelah sempat mendapat perawatan.

Dia mengalami luka berat berupa suspek fraktur femur (D), suspek fraktur mandibula, suspek fraktur digiti. Sri Yani juga tertimpa batu di kawasan Piket Nol.

Baca Juga :  Idul Fitri Bersamaan dengan Kenaikan Isa Almasih, Menag: Momen Istimewa untuk Rajut Kebersamaan

Sementara tiga orang korban tewas lainnya adalah Juwanto, Nasar, dan Amin. Ketiga warga Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, ini meninggal karena tertimpa bangunan roboh.

Laporan tersebut juga menyebutkan ada sebelas orang yang mengalami luka ringan hingga sedang. Sebagian besar warga ini juga dari kecamatan Tempursari.

Sementara itu, untuk kerugian material berupa rumah retak dan roboh dialami warga di 12 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.

Selain Tempursari, lainnya adalah Pronojiwo, Gucialit, Pasrujambe, Senduro, Yosowilangun dan Tekung.

Seperti diberitakan sebelumnya, Laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT.

Baca Juga :  Kasatgas Penyelidik KPK:  Mekanisme Kolektif Hilang di Era Firli Bahuri

Tepatnya, berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada kedalaman 80 km.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik, M. Wawan Hadi, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ia juga meminta warga agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa,” ujar Wawan mengutip rekomendasi BMKG.

www.tempo.co