JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Di Hadapan Ketua KPK, Bupati Sragen Blak-Blakan Mengaku Banyak Dilobby Pegawai yang Minta Jabatan di Pemerintahan. Ancamannya Gak Main-Main!

Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati terang-terangan tidak menampik banyak pegawai yang melobby-nya untuk meminta jabatan di pemerintahan.

Namun, ia menegaskan bahwa sebagai Bupati dirinya punya komitmen independen dalam mengambil sebuah keputusan.

Termasuk saat melaksanakan lelang jabatan atau open bidding. Bahkan ia mengancam akan langsung mencoret mereka yang minta-minta jabatan kepadanya.

“Ada yang berani titip, saya coret. Akhirnya sekarang terbentuk sistem itu, tidak ada lagi ASN yang minta kedudukan jabatan,” papar Bupati saat
menjadi salah satu narasumber Webinar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia dengan tema “Jual Beli Jabatan : Kenapa dan Bagaimana Solusinya?” Kamis, (16/9/2021).

Baca Juga :  Waspada Mulai Ditemukan Kasus Positif Covid-19 Baru di Sragen. Kebanyakan dari Rumah Sakit, Mungkinkah Omicron?

Webinar ini dibuka oleh Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo sebagai Keynote Speech bersama Ketua KPK, Firli Bahuri. Bertindak sebagai moderator Plt. Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK, Pahala Nainggolan.

Sementara Bupati Sragen menjadi narasumber bersama Bupati Indramayu, Nina Agustina, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Bupati Luwu Utara, Indrah Putri Indriani dan Walikota Tanjungpinang, Rahma.

Plt Deputi Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan mengatakan webinar yang disiarkan langsung dari Kanal Youtube KPK itu menghadirkan narasumber terpilih mewakili 542 Kepala Daerah se-Indonesia yang dinilai tidak pernah melakukan jual beli jabatan.

Baca Juga :  Dipermak Rp 686 Juta, Taman Tiara Sachari Sragen Dulunya Kumuh Kini Berubah Makin Cantik. Cocok untuk Tempat Nongkrong Malam Hari

“Terimakasih kepada lima narasumber yang kami rasa sangat berkompeten. Diinformasikan kepada masyarakat syukur-syukur dari lima ini kita bisa formulasikan solusinya,” jelas Pahala.

Saat ditanya oleh moderator terkait jual beli jabatan, Bupati Yuni menegaskan bahwa menjadi pemimpin khususnya Kepala Daerah harus diniatkan untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua