SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Desa Sigit di Kecamatan Tangen, Sragen merintis budidaya tanaman porang seluas tiga hektare.

Keuntungan menjanjikan dan prospek pangsa pasar cerah menjadi alasan Pemdes dan kelompok tani di desa perbatasan itu tergerak untuk membudidayakan tanaman bernama latin Amorphophallus Muelleri itu.

Tak tanggung-tanggung, tiga hektare lahan langsung disediakan untuk menjadi demfarm (percontohan) di desa itu.

Tanam perdana dilakukan siang tadi, Selasa (14/9/2021) siang dengan dihadiri Anggota DPR RI Komisi IV Luluk Nur Hamidah dan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jateng, Joko Pramono.

Advertisement

Desa itu mendapat bantuan bibit Porang sebanyak 1,5 ton yang seluruhnya disuplai dari BPTP Jateng. Sementara bantuan untuk Demfarm porang di Sigit itu mendapat kucuran anggaran senilai hampir Rp 371 juta.

Kades Sigit, Wardoyo mengatakan budidaya porang di desanya itu berawal dari aspirasi kelompok tani yang difasilitasi anggota DPR RI dan kemudian direalisasi bantuan oleh BPTP Jateng.

Baca Juga :  Update Covid-19 Sragen, Tambah 9 Kasus Positif Baru, 7 Orang Asimptomatis dan 13 Orang Isoman

Dari desa menyediakan lahan seluas 3 hektare dari sebagian tanah kas desa dan sebagian milik perorangan. Untuk pengelolaan, nantinya langsung ditangani 14 orang dari kelompok tani di desanya.

Pihaknya mengapresiasi bantuan dari BPTP dan anggota DPR RI yang menyuplai program budidaya porang itu.

Sebab hal itu selaras dengan keinginan Pemdes dan warga untuk berinovasi di bidang pertanian dengan komoditas porang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Terlebih karakteristik lahan di desanya mayoritas dataran tinggi yang selama ini hanya bisa ditanami jagung atau tebu.

“Sebenarnya alasannya simpel. Kami ingin pola baru dalam budidaya karena kebetulan lahan kami hanya bisa ditanami jagung itu pun setahun hanya dua kali kalau airnya cukup. Ketika ada tanaman porang yang lagi viral dan keuntungan menjanjikan, ya kami sangat senang. Harapannya nanti bisa berhasil dan mendongkrak ekonomi kerakyatan warga di Desa Sigit ini,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , usai penanaman perdana, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga :  Fantastis, Budidaya Porang 1 Hektare Setahun Bisa Raup Untung Rp 218 Juta. Begini Analisa dan Penjelasan dari BPTP Jateng!

Harga Tinggi dan Pasar Ekspor

Kepala BPTP Jateng, Joko Pramono mengatakan Desa Sigit dipilih karena karakter lahannya marjinal yang relatif kurang subur. Kondisi itu cocok untuk Porang yang tidak membutuhkan banyak air.

Kemudian habitat asli porang sebenarnya hidup di sela pepohonan besar sehingga bisa ditanam dengan pola tumpang sari di Desa Sigit.

Apalagi saat ini, tren kebutuhan Porang untuk pasar ekspor terus meningkat dengan nilai ekonomis juga cukup tinggi.

“Jadi selain nilai ekonomi tinggi, budidaya Porang ini juga untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Karena porang dipanen pada tahun ke-2 atau ke-3, makanya polanya di sela-selanya bisa ditanami jagung. Agar petani juga dapat hasil jangka pendeknya,” terang Joko.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua