JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Diharapkan Tak Rangkap Jabatan. Ketua Umum MUI, Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU

Miftachul Akhyar / tempo.co

LAMPUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM Setelah terpilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2021-2025 dalam Muktamar ke-34 NU, Miftachul Akhyar diharapkan fokus pada pengembangan umat dan tidak merangkap jabatan di organisasi yang lain.

Keputusan tersebut diambil oleh sembilan ahlul halli wal ‘aqdi (Ahwa) dalam Muktamar NU atau Nahdlatul Ulama yang digelar di Lampung, Kamis (23/12/2021).

“Kami semua sependapat untuk jadi Rais Aam (PBNU) Al Mukaram KH Miftachul Akhyar,” kata salah satu anggota Ahwa, Zainal Abidin.

Baca Juga :  Bertemu dengan IBM, Menko Airlangga: Pemerintah Buka Berbagai Kemungkinan Kerja Sama

Zainal menjelaskan jalannya musyawarah Ahwa dipimpin oleh Ma’ruf Amin yang merupakan Wakil Presiden RI.

Dalam musyawarah, ia menuturkan ada salah satu anggota Ahwa berpendapat agar Rais Aam terpilih tidak rangkap jabatan di organisasi yang lain.

Hal itu kemudian disetujui oleh semua anggota Ahwa.

“Kami berdialog dengan Rais Aam terpilih, dia bilang sami na waato na (ikut dan patuh),” kata Zainal.

Baca Juga :  Jadi Ajang Prostitusi, Pesta Bungkus Night Volume I Ternyata Sudah Digelar Bulan Maret. Astaga, Tarif Rp 250.000 Bisa Bungkus Yang Disuka!

Menurut Zainal, nantinya Rais Aam PBNU diminta fokus pada pengembangan dan pembinaan Nahdlatul Ulama.

Saat ini Miftachul Akhyar merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ia memimpin MUI untuk periode 2020-2025 setelah terpilih melalui Musyawarah Nasional ke-10 MUI yang diadakan di Hotel Sultan Jakarta pada 26 November 2020.

Pendiri Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya ini menggantikan posisi Ma’ruf Amin yang terpilih menjadi Wakil Presiden RI.

www.tempo.co

Bagi Halaman