JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Penanganan Kasus Suap Walikota Ambon Berlanjut. KPK Periksa 8 Saksi

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy usai mengikuti rilis penahanan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/5/2022) / liputan6

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Penanganan kasus suap yang melibatkan walikota Ambon oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berlanjut.

KPK memanggil delapan saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel tahun 2020 di Kota Ambon, Maluku, Sabtu (14/5/2022).

Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, pemanggilan dilakukan di  Kantor Mako Brimob Polda Maluku.

Mereka yang dipanggil adalah Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Ambon Fahmi Sallatalohy, Kepala Dinas PUPR Kota Ambon 2018-2021 Enrico Rudolf Matitaputty.

Baca Juga :  Aturan Baru Kemedagri, Penamaan Anak Minimal 2 Kata dan Maksimal 60 Huruf

Ada pula Kasie Usaha Industri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Ambon Firza Attamimi dan anggota Pokja III UKPBJ Kota Ambon 2017-2020 Hendra Victor Pesiwarissa.

Berikutnya adalah ketua Pokja II UKPBJ 2017/anggota Pokja II UKPBJ 2018-2020 Ivonny Alexandra W Latuputty, anggota Pokja III UKPBJ 2018/ anggota Pokja II UKPBJ 2020 Johanis Bernhard Pattiradjawane, License Manager PT Midi Utama Indonesia Tbk cabang Ambon 2019-sekarang Nandang Wibowo dan Direktur PT Kristal Kurnia Jaya 2006-sekarang Julian Kurniawan.

Baca Juga :  Kembali Terjadi, Puan Maharani Diduga Sengaja Matikan Mik Anggota DPRRI Saat Interupsi

Selain Richard, KPK pada Jumat (13/5/2022) juga telah mengumumkan dua tersangka lainnya, yakni staf tata usaha pimpinan pada Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanusa (AEH) dan Amri (AR) dari pihak swasta/karyawan Alfamidi (AM) Kota Ambon.

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan dalam kurun waktu tahun 2020, Richard yang menjabat Wali Kota Ambon periode 2017-2022 memiliki kewenangan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua