JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tersinggung Ucapan Bupati, Anggota DPRD Sragen Bambang Pur Balik Sentil: Jangan Nyari Menang Sendiri!

Suwarti, pensiunan guru agama SD asal Sambirejo Sragen saat menghadap Kepala Kemenag Sragen, Ihsan Munadi (kiri) didampingi Kasi PAIS, Muslim, Senin (13/6/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pernyataan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang meminta para PNS untuk bilang ke Bupati jika ada masalah dan tidak ke pihak lain yang malah bikin ruwet, menuai tanggapan dari anggota DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto.

Bambang yang merasa tersindir atas pernyataan Bupati pun angkat bicara. Legislator yang mendampingi Bu Suwarti, pensiunan guru SD yang viral usai diminta mengembalikan gaji tanpa hak pensiun itu justru meminta agar Pemkab maupun bupati tidak hanya mau menang sendiri atas kasus Bu Suwarti.

“Saya tahu apa yang disampaikan Bupati. Apa salah kalau masyarakat bicara dengan wakil rakyat ketika diperlakukan tidak adil. Seharusnya Bupati tidak mengkambinghitamkan orang lain. Jelas-jelas anak buahnya yang bersalah masih menyalahkan orang lain,” paparnya kepada wartawan, Kamis (23/6/2022).

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati (kiri) dan anggota DPRD Bambang Widjo Purwanto (kanan). Foto kolase/Wardoyo

Menurutnya, kasus yang menimpa Bu Suwarti tidak bisa hanya ditimpakan kesalahan ke yang bersangkutan. Sebab pegawai bekerja di instansi pemerintahan pasti berdasarkan SK penugasan bukan karena yang lain.

Sementara, Bu Suwarti mengajar karena punya SK pengangkatan sebagai guru dan ijazah guru serta mendapat tunjangan sertifikasi sebagai guru.

Bahkan yang bersangkutan sudah mengajar sampai usia 60 tahun meskipun pada akhirnya dia dinyatakan masa kerjanya hanya sampai 58 tahun dan harus mengembalikan 2 tahun gaji.

Baca Juga :  Ciptakan Pasta untuk Membatik, Siswa SMPN 2 Kalijambe Raih Juara Lomba Krenova Kabupaten Sragen. Ini Keunggulannya!

“Kalau dia tidak diakui sebagai guru mengapa dia dibiarkan sampai hampir 7 tahun menjadi ASN yang berprofesi sebagai guru. Tidak seorangpun yg bekerja di pemerintahan ini tanpa SK. Kepala dinas sampai tukang sapu pun dasarnya adalah SK,” ujarnya.

Legislator asal Gondang itu justru heran dengan pernyataan Bupati yang malah menyalahkan perjuangan Bu Suwarti mencari keadilan.

Padahal secara fakta, Suwarto adalah korban dari pelayanan dari instansi yang mengurusi administrasi kepegawaian.

Ia juga menyentil agar Pemkab tidak berlindung di bawah BKN yang seolah berusaha mencari pembenaran dalam kasus Bu Suwarti.

“Saya heran hal ini masih belum bisa bisa difahami. Ibu Suwarti itu kan bagian dari korban pelayanan. Kasihan dia sudah tua yg seharusnya bisa menikmati hari tuanya malah nasibnya dibuat seperti itu. Kalau apa yang disampaikan selalu didasarkan dari BKN, lha kan semua usulan dari bawah. Artinya dari BKPSDM. Bukan datangnya dari langit. Jadi jangan minta bamper BKN ketika terjadi kekeliruan seperti itu,” ujarnya.

Terhadap pernyataan Bupati yang meminta agar PNS atau guru lebih baik lapor bupati atau pimpinannya, bukan ke pihak lain, Bambang menilai justru harusnya Pemkab introspeksi diri.

Jika ada PNS sampai meminta bantuan pendampingan ke pihak lain itu sebenarnya bukan karena tidak menganggap pimpinan atau bupati. Akan tetapi mereka merasa tidak terakomodasi ketika melapor ke pimpinan atau instansi berwenang.

Baca Juga :  Dari Buku Mustika Rasa Bung Karno, Ini Cara Ketua DPC PDIP Sragen Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan

“Saya pingin lihat dari 10.000 ASN itu ketika terjadi masalah, berapa orang yang berani lapor bupati atau minta bantuan bupati. Saya jamin 100 persen nggak ada yang berani, andai kata ada paling cuma 1 atau 2 orang saja. Artinya mengapa sampai Bu Suwarti itu minta pendampingan dan sebagainya, ya karena takut karena ada semacam diskriminasi yang tidak bagus. Bupati boleh mengklaim gini gini versi bupati. Tapi fakta berbicara lain ketika kami menemukan hal seperti itu. Jadi jangan nyari menangnya sendiri gitu lho,” tandas Bambang.

PNS Diminta Lapor Mboke

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta para guru dan PNS untuk menyampaikan permasalahan kepada bupati dan instansi terkait agar bisa dicarikan solusi.

Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

Sebaliknya, ia meminta para abdi negara yang merasa ada kesulitan tidak meminta bantuan kepada pihak yang tidak berkepentingan atau ingin memanfaatkan situasi.

Pernyataan itu dilontarkan saat melantik pejabat fungsional di Pendapa Rumdin Bupati Sragen, Rabu (22/6/2022).

Seolah ingin menyentil kasus Bu Guru Suwarti, pensiunan guru agama yang menolak mengembalikan gaji dan menuntut hak pensiun, bupati dengan lantang berharap para PNS tidak seenaknya sendiri dan hanya mengandalkan pokoknya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua