JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fakta Baru, Korban Pengeroyokan Berdarah Warga PSHT Sragen Tambah Jadi 6 Orang. Dieksekusi di Krido Anggo dan Sragen Dok

Tim Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA), Amriza Khoirul Fachri (kanan) dan Ketua Ranting PSHT Sambirejo Cabang Sragen, Deni Fadhilah Rahman (kiri). Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus pengeroyokan berdarah yang menimpa remaja warga perguruan silat persaudaraan setia hati Terate (PSHT) oleh puluhan orang tak dikenal Sabtu (16/7/2022) dinihari di Sragen Dok, Sragen menguak fakta baru.

Ternyata korban pengeroyokan itu tidak hanya satu orang. Akan tetapi aksi pengeroyokan brutal itu dilaporkan menimpa 6 orang korban.

Semua korban diketahui merupakan warga PSHT yang semuanya diketahui masih di bawah umur.

“Jadi korbannya nggak hanya satu. Total ada 6 korban. Semua warga PSHT Ranting Sambirejo. Ada yang usianya masih SMA, ada yang SMP. Yang lukanya palung parah 2 orang, yang lainnya cuma memar-memar,” papar Ketua PSHT Ranting Sambirejo, Deni Fadhilah Rahman, Jumat (22/6/2022).

Deni menyebut dua korban yang paling parah diketahui berinisial R (15) dan A (16). Mereka dikeroyok puluhan oknum tak dikenal saat tengah nongkrong di Sragen Dok, Sragen.

Baca Juga :  Baru Pertama, 1.700 Warga Tangkil Tumpah Ruah Ikuti Gerak Jalan Hari Kesaktian Pancasila. Hadiahnya Kambing Hingga 9 Bebek Hidup!

Dari enam korban itu, ada empat orang yang melapor ke Polres. Laporan dilakukan tanggal 19 Juli disusul laporan korban lainnya.

Berdasarkan keterangan para korban, aksi penganiayaan itu terjadi di dua lokasi. Yakni di Taman Krido Anggo dan di Sragen Dok.

Di lokasi Taman Krido Anggo, aksi pengeroyokan menimpa empat korban sedang dua korban sisanya dikeroyok di Sragen Dok.

“Yang di Krido Anggo, itu awalnya anak-anak pada nongkrong. Sebenarnya tidak pakai atribut, tapi kemudian langsung dieksekusi (dikeroyok) rombongan yang melintas itu,” ujarnya.

Aksi pengeroyokan oleh rombongan itu kemudian berlanjut di Sragen Dok. Aksi brutal itu dialami saat korban A dan R bersama teman-temannya mau membantu truk yang nabrak pohon di tepi jalan.

Baca Juga :  Geger Ibu Bunuh Anak Kandung di Sidoharjo Sragen. Korban Dicangkul Hingga Tewas

Saat hendak balik dengan jalan kaki, bersamaan itu rombongan tak dikenal yang sebelumnya terlibat pengeroyokan di Krido Anggo, melintas.

“Rombongan itu kemudian menyerang dan mengeroyok 2 korban yang kebetulan jalan paling belakang. Rombongan itu ternyata dari oknum perguruan silat. Motifnya apa kami tidak tahu, karena anak-anak itu sebenarnya juga cuma nongkrong dan tidak pakai atribut,” urai Deni.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah Polres Sragen yang dikabarkan sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus pengeroyokan berdarah yang menimpa anggotanya itu.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com