JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Kembangkan UMKM di Desa Ngargorejo, Tim KKN 116 UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Kerajinan Berbahan Eceng Gondok

Mahasiswa KKN kelompok 116 UNS tengah memberikan penjelasan dalam pelatihan pembuatan kerajinan berbahan eceng gondok di Desa Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali / Foto: Istimewa

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mahasiswa KKN Kelompok 116 UNS menggelar pelatihan pembuatan kerajinan dengan bahan dari tanaman eceng gondok di Desa Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali.

Kegiatan tersebut ditargetkan menjadi solusi atas dua persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di Desa Ngargorejo.

Pertama, adalah mengurangi jumlah tanaman eceng gondok yang sudah memenuhi sebagian besar volume waduk Cengklik.

Dan kedua, membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Ngargorejo melalui penjualan hasil kerajinan dari tanaman eceng gondok.

Pelatihan tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi dengan kelompok 92 pada Sabtu (13/8/2022) di GOR Desa Ngargorejo, yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK dan perwakilan perangkat desa setempat.

Menurut pengakuan warga setempat, keberadaan eceng gondok di Waduk Cengklik sangat banyak, dan sudah cukup mengganggu. Sementara sampai sejauh ini, warga belum menemukan solusi yang tepat untuk mengurangi tanaman tersebut.

Baca Juga :  Sako Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) JSIT Jawa Tengah Gelar Persari II
Mahasiswa KKN kelompok 116 UNS berfoto bersama dengan peserta pelatihan pembuatan kerajinan berbahan eceng gondok di Desa Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali / Foto: Istimewa

Di Desa Ngargorejo, eceng gondok dianggap sebagai gulma, karena tumbuh dengan cepat dan memenuhi seluruh permukaan air. Kondisi tersebut dapat mengurangi kualitas air, yang berdampak pada ikan-ikan yang ada di waduk.

Dalam pelatihan tersebut, tim KKN 116 UNS mengundang narasumber, Akmal, seorang perajin berbahan eceng gondok yang memulai bisnisnya sejak masih di bangku sekolah.

Akmal mengatakan, tanaman eceng gondok dapat disulap menjadi aneka kerajinan berupa tatakan piring, tatakan gelas, keranjang dan lain-lain.

Kerajinan-kerajinan tersebut dapat dipasarkan guna menambah penghasilan masyarakat. Akmal mengatakan, kerajinan berbahan eceng gondok tidak hanya dijual di dalam negeri saja, bahkan bisa dijual sampai ke luar negeri.

Ia mencontohkan, satu keranjang eceng gondok dijual dengan harga Rp 200.000 tergantung pada ukurannya. Apalagi jika itu sudah dikreasi menjadi produk kerajinan, tentu akan lebih menguntungkan.

Baca Juga :  Kuliah Umum Prodi Humas UPN “Veteran” Yogyakarta Hadirkan Eks Konsul Jenderal RI di Songkhla, Thailand

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN kelompok 116 UNS menggelar pelatihan dan sosialisasi UMKM dengan mengusung tema “Kiat-kiat membangun UMKM Dengan Memanfaatkan Kekayaan Daerah” dengan menghadirkan pembicara, Renata Zoraifi, SE, Ak,MSi.

Dalam kesempatan tersebut, Renata banyak menjelaskan seputar kiat-kiat untuk mulai mendirikan UMKM, syarat-syarat administratif, regulasi-regulasi yang dibutuhkan dan lain-lain.

Mahasiswa KKN 116 UNS berharap, melalui dua kegiatan tersebut, masyarakat Desa Ngargorejo dapat menyelesaikan masalah tanaman eceng gondok, sekaligus dapat meningkatkan ekonomi mereka.

Sebagai informasi, KKN kelompok 116 terdiri dari 10 personel yang masing-masing adalah Tri Arum Handayani, Rista Dewi Fajarwati, Anti Nafisatul Mutsana, Niken Dwi Juliyanti, Mahardika Respati Putra Armiadi, Khoiriyah Arifah Nur Anisa, Agustina Dwi Rahmawati, Jevri Ardianto, Muhamad Akbar Dewanto dan  Nikita Khoerunnisa. Redaksi

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com