JOGLOSEMARNEWS.COM Sport

Tak Hanya Regulasi FIFA, Amnesty International Juga Tak Benarkan Penggunaan Gas Air Mata

Tangkapan layar insiden kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malang yang dilaporkan menelan korban 60 orang tewas, Sabtu (1/10/2022) malam. Foto/JSnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi usai kesebelasan Arema Malang dikalahkan Persebaya Surabaya, pada Sabtu, (1/10/2022).

Para korban yang meninggal dunia diduga kuat karena mengalami sesak napas akibat gas air mata yang ditembakkan oleh aparat kepolisian.

Sebenarnya, penggunaan gas air mata di stadion sepak bola melanggar regulasi Federation International de Football Association (FIFA). Aturan tersebut tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulation pada Pasal 19 Huruf B.

Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa gas air mata dan senjata api dilarang keras dibawa masuk ke dalam stadion, apalagi digunakan untuk mengendalikan massa.

“Penggunaan gas air mata di stadion sepak bola sesuai aturan FIFA dilarang. Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa,” kata Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Suges Teguh, dalam keterangan resminya, Minggu, (2/10/2022).

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com