JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

3 Kios Mewah di Pasar Pungkruk Sragen Disegel Petugas. Ternyata Bertahun-Tahun Nunggak Retribusi

Tim Diskumindag Kabupaten Sragen saat menyegel paksa 3 kios mewah yang ditempati salah satu pengusaha di Pasar Pungkruk Sidoharjo karena bertahun-tahun nunggak pajak dan retribusi, Kamis (1/12/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sragen menyegel paksa tiga kios mewah di kompleks Pasar Pungkruk, Sidoharjo, Kamis (1/12/2022).

Tiga kios dengan bangunan dua lantai berpagar teralis itu disegel lantaran kedapatan nunggak retribusi bertahun-tahun.

Parahnya lagi, keberadaan tiga kios itu juga dinilai telah melanggar aturan lantaran dirombak sendiri oleh penggunanya tanpa seizin bupati melalui dinas.

Penyegelan dilakukan oleh tim dari Bidang Sarpras dan Perdagangan Diskumindag.

Kepala Diskumindag Kabupaten Sragen, Cosmas Edwi Yunanto melalui Kabid Sarpras dan Perdagangan, Handoko mengungkapkan tiga kios yang dihuni satu orang bernama Agus itu disegel dalam operasi penertiban tunggakan retribusi yang digelar hari ini.

Baca Juga :  Kasus Tewasnya Warga PSHT, Sempat Beredar Kabar Korban Pembacokan, Polisi Tegaskan Tabrak Lari

Langkah tegas terpaksa dilakukan lantaran penghuni kios sudah mengabaikan pemberitahuan hingga 3 kali surat peringatan (SP) yang sebelumnya dilayangkan oleh tim.

“Tiga kios itu sebenarnya ukurannya 3 x 5 meter tapi kondisi bangunannya sudah dirombak jadi dua lantai. Waktu kita cek, ternyata bertahun-tahun tidak mau bayar pajak maupun retribusi. Kita sudah jalankan prosedur, kita kirimi surat pemberitahuan tidak direspon. SP 1 sampai 3 juga tak ada respon, sehingga hari ini kita segel,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (1/12/2022).

Baca Juga :  Diguyur Hujan Selama 5 Jam Jalur Tanon Mondokan Sragen Banjir Parah

Handoko menjelaskan 3 kios mewah itu tercatat menunggak retribusi lebih dari 2 tahun. Jika diakumulasi, total tunggakannya mencapai lebih dari Rp 10 juta.

Angka itu belum termasuk tunggakan pajak tahunan untuk perpanjangan hak pakai yang harusnya dibayar setiap setahun sekali. Sehingga izin penggunaan kios itu sebenarnya sudah lama mati.

“Karena kios itu kan aset milik Pemkab. Di buku kios hak pakai itu sudah tertera bahwa kewajiban penghuni tiap hari membayar retribusi. Buka atau tidak buka, wajib membayar,” jelasnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com