JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Geger Ibu di Sukoharjo Tega Bacok Balitanya dengan Sabit.. Korban Langsung Nempel Bapaknya Terus

Balita ARJ bermain bersama ayahnya, Abdul Kholis di Dk Kutu, Telukan, Grogol, Sukoharjo, Rabu (21/2/2018). upper---Depresi Kambuh, Ibu Sambit Anak Balitanya judul--Korban Tak Mau Lepas dari Ayahnya. Foto: JSneews/Rahayu

 

Balita ARJ bermain bersama ayahnya, Abdul Kholis di Dk Kutu, Telukan, Grogol, Sukoharjo, Rabu (21/2/2018).
 Foto: JSneews/Rahayu

SUKOHARJO–Senyum ARJ (3,5) terus mengembang. Dalam dekapan bapaknya, Rabu (21/2/2018) dia sesekali melemparkan butiran-butiran beras ke kerumunan anak ayam di rumah Pakdenya, Tardi, di Dukuh Kutu, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

 

Dia sangat bahagia karena orang yang ia sayangi, ayahanda Abdul Kholis, adalah orang yang sangat ia nantikan pascamengalami musibah. Mungkin, ARJ sudah melupakan kejadian beberapa hari lalu. Tepatnya, Sabtu (17/2/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Tapi, bekas luka di kepala bagian belakang dan pipinya tak mampu menyembunyikan trauma yang dialami.

 

Kala itu, seperti hari-hari biasanya, ARJ bermain dengan sang ibunda, SM. Menurut penuturan Tardi, tiba-tiba orang di sekitar Tejomoyo, Desa Arak-arak dikejutkan dengan teriakan histeris SM.

 

Warga pun mencari arah suara tersebut. Mereka menemukan SM dan ARJ yang berlumuran darah di kepala di sebuah rumah milik pasangan Lansia tak jauh dari rumah SM.

Baca Juga :  Mau Tahu Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo? Simak Paparan Berikut Lur

 

ARJ dilarikan ke Rumah Sakit Oen Solo Baru. Beruntung, lukanya tak terlalu parah.setelah tiga hari dirawat dia diperbolehkan pulang ke rumah.

 

Pascadirawat di rumah sakit, ARJ kini tinggal di rumah keluarga Tardi. Dia masih mengalami trauma.

 

Tak ada yang mengetahui sebab-musabab pastinya. “Adik saya memang mempunyai riwayat depresi. Dulu, pas SMA dia pernah jatuh dari sepeda motor dan sarafnya sedikit terganggu. Dia beberapa kali dirawat di Rumah Sakit Jiwa dr Arif Zainudin di Solo,” terang Tarji.

 

Kemungkinan besar, saat kejadian tersebut, depresinya kambuh. Tak jauh dari lokasi kejadian ada sebilah sabit kecil yang berlumuran darah.

 

“Sabit kecil itu bukan milik SM. Tapi, milik pemilik rumah, yang biasa digunakan untuk membersihkan pekarangan. Jadi, itu memang bukan direncanakan oleh adik saya. Sekarang SM dirawat di RSJ,” lanjut Tardi.

 

Dia menambahkan, sebelum kejadian, SM sempat main di kamar yang memang jarang digunakan di rumah tetangganya tersebut.
Biasanya, kalau kambuh SM lebih banyak diam. “Kalau merasa mau kambuh, dia malah minta diantar ke rumah sakit jiwa buat kontrol. Nggak tahu pas kejadian kemarin jadi seperti itu. mungkin karena ada permasalahan keluarga juga,” jelasnya.
Dikatakan, SM dan suaminya, Abdul Kholis memang hidup berjauhan. SM tinggal di Sukoharjo sementara suaminya tinggal di Jombang, Jawa Timur.

Baca Juga :  Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Melampaui Angka 600, Pasien Meninggal Bertambah Satu Orang

 

Di Sukoharjo, SM tinggal berdua dengan ibu dan anaknya. Kalau siang, sang ibu dijemput di rumah Tardi. Sore kembali lagi ke rumah di Tejomoyo tersebut.

 

Kholis sendiri masih belum mempunyai rencana ke depannya. “Yang penting anak saya sembuh dulu. Ke depannya akan kita bicarakan lagi,” katanya sembari menggendong Arjuna.
Sejumlah bantuan pun mengalir untuk ARJ dari warga Facebook dan sejumlah komunitas. Donasi di antaranya berupa uang dan mainan anak.  Rahayu