JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kecelakaan Bus Rombongan Pengajian di Mojogedang Karanganyar. Bus Angkut 20 Jemaah, Kecelakaan Dipicu Karena Ini

Warga dan petugas kepolisian saat mengevakuasi korban kecelakaan minibus terguling di Mojogedang, Karanganyar Senin (23/4/2018). Foto/FB

KARANGANYAR-  Teka-teki kecelakaan tunggal yang melibatkan minibus plat nomor AD 1273 HG di jalur Mojogedang-Kerjo tepatnya di Dusun Blimbingmulyo, Desa/Kecamatan Mojogedang, Karanganyar,  Senin (23/4/2018) akhirnya terjawab. Minibus pengangkut rombongan jemaah pengajian asal luar kota itu terguling setelah tak kuat menanjak dan sopir yang tak tahu medan jalan di lokasi kejadian.

Bus mengangkut sekitar 20an jemaah itu terguling dan terbalik 90 derajat di dalam parit sedalam dua meter.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Kecelakaan terjadi karena sopir minibus kurang menguasai medan.

Mereka dalam perjalanan ke salah satu objek wisata pemandian di Mojogedang.

Nahas, minibus tergelincir dan terguling saat melintas di tanjakan di Dusun Blimbingmulyo.

Kapolres Karanganyar,  AKBP Henik Maryanto melalui Kapolsek Mojogedang AKP Iswandi menyampaikan minibus milik salah satu warga sekitar. Tetapi, minibus tidak dikemudikan oleh sopir lokal.

Baca Juga :  Kelewat Ugal-Ugalan, Cewek ABG Anggota Perguruan Silat di Karanganyar Ditilang Polisi. Sudah Gleyer-Gleyer Mobil Hingga Nyaris Tabrak Mobil Patwal, Ternyata STNK Diblokir dan Tak Punya SIM

“Waktu sampai lokasi, kami tanyai sopir. Dia bilang enggak bisa menguasai laju minibus karena baru kali pertama menjajal medan tersebut. Bukan sopir yang biasa bawa minibus itu,” kata Kapolsek saat dihubungi wartawan, Senin (23/4/2018).

Sejumlah anggota Polsek Mojogedang, Satuan Lalu Lintas Polres Karanganyar, warga, dan sukarelawan membantu mengevakuasi penumpang maupun bangkai minibus. Kondisi minibus ringsek dan kaca bagian depan pecah. “Minibus itu gelundung ke kiri. Masuk bahu jalan. Tanjakannya dikit. Tetapi sopir memang enggak menguasai medan,” ujar dia.

Kanit Laka Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Sutarno, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, membenarkan bahwa kejadian tersebut kecelakaan tunggal. Dia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Satu penumpang terjepit bagian tangan tetapi tidak mengalami patah tulang.

Baca Juga :  Bicara di Hadapan Karang Taruna Sarirejo, Rober Ingatkan Narkoba Lebih Berbahaya dari Corona. Ini Alasannya!

Sopir minibus, Ibrahim, 32, warga Mattagie, RT 5/3, Desa Watangpulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Jadi mereka ini meminjam bus milik warga lokal. Dikemudikan sendiri. Mereka serombongan jemaah mau berenang. Itu pengakuan mereka. Ada penumpang yang terjepit itu terjepit bagian tangan. Kami cek dan kata dia enggak apa-apa. Tangan masih bisa digerakkan,” tutur Sutarno.

Selain kendala sopir belum mengetahui medan, menurut Sutarno, kondisi minibus sudah berumur.

“Kendaraan sudah tua. Jadi itu masuk parit sedalam sekitar dua meter lah. Karena pengemudi belum hafal medan tadi,” tandasnya.  Wardoyo