JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Di Koalisi Prabowo, PKS Buru-buru Semprit Demokrat Agar Tak Calonkan AHY Jadi Cawapres

pilpres
ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA – Baru saja masuk sebagai partai baru dalam koalisi pendukung Prabowo untuk nyapres 2019,  Partai Demokrat buru-buru mendapat semprit dari PKS.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid mengatakan sebaiknya Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebaiknya belum menjadi calon wakil presiden.

Hidayat mengatakan usia AHY belum mencukupi sebagai kandidat cawapres. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengatur syarat usia minimal calon presiden yakni 40 tahun. Sedangkan, AHY baru akan berusia 40 tahun tepat pada penutupan pendaftaran capres-cawapres pada 10 Agustus mendatang.

Baca Juga :  Tenaga Honorer Bakal Dapat Subsidi Gaji Rp 2,4 Juta, Disalurkan 4 Tahap

Hidayat mengatakan, perjalanan politik AHY pun masih akan panjang lantaran usianya masih muda. Dia beranggapan AHY lebih berpeluang menjadi menteri terlebih dulu.

“Masih muda, masih panjanglah perjalanan beliau, mungkin beliau jadi menteri dulu itu kan hal yang lebih mungkin,” kata Hidayat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018.

Hidayat mengatakan PKS menghormati pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bahwa pencalonan AHY bukan harga mati dalam penentuan koalisi.

Baca Juga :  Meski Masih Luka di Lengan Kanan, Syekh Ali Jaber Tetap Datang Penuhi Undangan Berdakwah Tak Lama Usai Ditusuk Orang Tak Dikenal

“Kami harus menghormati pernyataan Pak SBY yang mengatakan tidak memaksakan untuk AHY,” kata Hidayat.

Sebelumnya, pencalonan AHY gencar disuarakan oleh sejumlah politikus Partai Demokrat. Ketua Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, misalnya, mengatakan aspirasi internal kader menginginkan Prabowo dan AHY berpasangan sebagai capres dan cawapres.

Namun, SBY menyampaikan bahwa tak akan memaksakan AHY menjadi cawapres. Pernyataan itu disampaikan SBY seusai mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Selasa malam, 25 Juli lalu.

www.tempo.co