loading...

Ilustrasi Rekrutmen CPNS

JAKARTA – Para peserta bimbingan belajar (bimbel) untuk menghadapi beranggapan masih bahwa pegawai negeri sipil adalah profesi yang menjanjikan.

Bisma Anugrah, warga Jakarta sekaligus salah satu peserta bimbel CPNS, mengatakan ia berminat menjadi PNS karena menganggap ke depan kesejahteraannya bakal lebih terjamin. “Kayak apa pun kondisi negara, pendapatannya lebih jelas. Jenjang kariernya pun jelas,” kata Bisma ditemui setelah mengikuti kelas salah satu penyedia jasa bimbel CPNS milik Akses CPNS di Hotel Ibis, Senen, Kramat Raya, Minggu (16/9/2018).

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara atau Kementerian PANRB sebelumnya resmi membuka pendaftaran CPNS 2018. Adapun kebutuhan CPNS secara nasional mencapai 238.015 formasi. Jumlah ini terdiri atas 51.271 untuk instansi pusat (kementerian/lembaga) dan 186.744 untuk instansi daerah.

Bisma ingin menjadi PNS juga karena adanya fasilitas dana pensiun yang diberikan kepada PNS yang telah selesai masa tugasnya. Menurut Bisma, menjadi PNS merupakan cara dia untuk ikut berkontribusi bagi negara.

“Masa tuanya juga lebih jelas kan, mau berkontribusi bagi negara juga,” kata Bisma yang juga alumnus teknik mesin Universitas Gadjah Mada ini.

Sedangkan Shafira Sheffy mengatakan tertarik menjadi PNS karena ingin menyumbangkan pikirannya kepada negara. Selain itu, kata dia, menjadi PNS memberikan kejelasan bagi kariernya nanti.

Loading...

Shafira menuturkan, menjadi PNS juga memberikan peluang baginya untuk bisa leluasa kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. “Selain bisa menyumbangkan pemikiran ke negara, jadi PNS juga bisa berkesempatan kuliah lagi demi karier ke depan,” kata Shafira yang mengaku merupakan alumnus ilmu hukum Universitas Indonesia ini saat ditemui di lokasi yang sama.

Kepala Divisi Publikasi Bimbel Akses CPNS, Pratama Suharyadi, mengatakan akibat pengumuman pendaftaran CPNS 2018 segera dibuka, pendaftar lembaga Bimbel Akses CPNS terus bertambah. “Setelah diumumkan oleh pemerintah kemarin, pendaftar terus bertambah sampai 300 orang. Rata-rata per hari kami dapat 45-50 orang,” katanya.

www.tempo.co

Loading...