loading...
Loading...
Identitas siswa SMKN 1 Kedawung yang bunuh diri, Selasa (23/10/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kematian tragis yang dialami siswa SMKN 1 Kedawung Sragen, Febri Setiana (18) Selasa (23/10/2018) pagi menyisakan cerita duka. Tidak hanya bagi keluarga dan rekannya, aksi gantung diri Febri juga menyisakan cerita duka bagi sekolah.

Sebab seminggu sebelum kejadian, siswa kelas XII jurusan MP itu diketahui masih sempat mengambil beasiswa di sekolah.

“Ya, dia barusaja ambil beasiswa dari sekolah. Nominalnya sekitar Rp 1 juta,” papar salah satu guru SMKN 1 Kedawung, Kuswijayanto, Selasa (23/10/2018).

Menurut keterangan teman-teman sekelas korban, tidak ada gejala, keluhan atau curhat soal masalah yang dialami korban.

Hanya saja, Kuswijayanto menyampaikan sudah seminggu terakhir, siswa asal Dukuh Pelemgadung RT 13/6, Pelemgadung, Karangmalang itu diketahui tak masuk sekolah.

Baca Juga :  Tewaskan Satu Warga, 70 Sarang Tawon Vespa di Sragen Dimusnahkan. Dua Warga Sempat Tersengat, Satu Dilarikan ke Rumah Sakit

“Rencananya dari teman-temannya hari ini mau menjenguk ke rumahnya. Enggak tahunya malah dapat kabar seperti itu (bunuh diri),” terangnya.

Di sekolah, ia memastikan tidak ada masalah. Diduga kuat, ada masalah keluarga yang memicu remaja itu nekat mengakhiri hidupnya.

“Orangtuanya sempat nggak pulang ke rumah hampir seminggu. Kebetulan barusaja pulang. Nggak tahunya malah kejadian ini,” tukasnya.

Febri ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya, Selasa (23/10/2018) pagi.

Siswa kelahiran 29 Februari 2000 itu ditemukan menggantung di kamar rumahnya. Korban diketahui merupakan siswa kelas XII jurusan Mekanisasi Pertanian (MP) asal  Pelemgadung RT 13/6,  Pelemgadung, Karangmalang.

Jasad korban kali pertama diketahui pukul 09.00 WIB.

“Menggantungnya di rumahnya sendiri. Tadi langsung dievakuasi oleh keluarga dan Polsek Karangmalang,” ujar Joko, salah satu warga Pelemgadung, Selasa (23/10/2018).

Baca Juga :  Razia Besar-Besaran di Lapas Sragen, Petugas Temukan Ada Napi Sembunyikan Senjata Tajam dan Kartu Remi

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Karangmalang AKP Mujiono menyampaikan sesaat seusai menerima laporan, tim langsung terjun melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Hasilnya tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan. Wardoyo

 

Loading...