loading...
Loading...
ilustrasi

JAKARTA – Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar yang juga juru bicara dari tim kampanye pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2019, diperiksa di Polda Metro Jaya.

Namun demikian, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono meminta pemeriksaan  terhadap Dahnil Anzar itu tidak dikait-kaitkan dengan politik.

“Tidak usah dikaitkan dengan politik. Kalau misalkan pidana murni ya pidana murni, nggak usah mengkait-kaitkan,” kata Argo di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Argo membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Dahnil dan Ahmad Fanani di Polda Metro Jaya tersebut. Keduanya, kata Argo, diperiksa sebagai saksi atas dugaan penyimpangan penggunaan anggaran Kemenpora untuk acara Kemah Pemuda Islam Indonesia tahun anggaran 2017.

Baca Juga :  Demokrat Tegaskan Tak Bakal Usung Bekas Napi Koruptor di Pilkada 2020

Argo berujar polisi menindaklanjuti dugaan penyimpangan anggaran tersebut atas adanya laporan dari masyarakat. Laporan itu ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan.

Setelah penyelidikan, Argo menambahkan, polisi melakukan klarifikasi. Untuk dugaan penyimpangan yang melibatkan Dahnil, Polda Metro Jaya telah meminta keterangan klarifikasi dari Kemenpora dan GP Ansor.

“Pak Fanani kemarin kami mintain klarifikasi, kami undang tapi tidak hadir,” ujar Argo.

Argo menuturkan polisi telah memiliki bukti petunjuk, keterangan saksi, dan keterangan ahli.

“Jadi mulai dilakukan gelar perkara, ternyata memenuhi unsur tindak pidana. Sehingga dinaikkan menjadi penyidikan oleh penyidik Tipikor Polda Metro Jaya,” tutur Argo.

Baca Juga :  Banyak Orang Gila Adu Jotos Rebutan Nasi, Warga Khawatir Objek Wisata Ujung Genteng Terganggu

Argo kembali mengingatkan bahwa dugaan penyimpangan oleh Dahnil Anzar tersebut murni kasus tindak pidana. Ia mengatakan polisi telah melakukan pemeriksaan berdasarkan profesionalisme kepolisian yang ada.

“Kami tidak menghalang-halangi dan tidak mengada-ada. Tapi ini sesuai dengan adanya audit dan laporan masyarakat,” ucap Argo.

www.tempo.co

Loading...