JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Steve Emmanuel Tak Puas Konsumsi Kokain dari Indonesia Karena Jelek

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA – Jauh-jauh terbang ke negeri Belanda untuk membeli kokain, artis Steve Emmanuel yang kini terjerat kasus penyelundupan narkoba mengaku kokain dari Indonesia berkualitas jelek.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengungkap alasan artis Steve Emmanuel membeli narkotika jenis kokain dari Belanda. Bintang sinetron itu mengaku berburu ke Belanda lantaran kualitas kokain yang bagus.

“Kalau dari Indonesia kata dia kualitasnya jelek. Maka itu dia ambil dari Belanda,” kata Argo di kantornya Jumat (28/12/2018).

Menurut Argo, Steve menyampaikan hal tersebut saat diperiksa penyidik dari Polres Metro Jakarta Barat setelah penangkapan Jumat, 21 Desember 2018. Steve yang belakangan memiliki nama Yusuf Iman itu ditangkap di apartemennya di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Nama Jaksa Agung dan Mantan Ketua MA Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan Jaksa Pinangki

Argo menuturkan bahwa polisi saat ini masih mendalami siapa sosok di Belanda yang menjual kokain kepada Steve. Selain itu, polisi juga sedang mencari tahu apakah Steve berencana menjual kembali kokain tersebut atau untuk konsumsi pribadi.

“Soal dugaan jaringan internasional masih kami dalami. Keterangan tersangka masih berubah-ubah,” tutur Argo.

Secara terpisah, Kepala Satuan Reserse Narkoba Ajun Komisaris Besar Erick Frendriz mengatakan, kokain yang dikonsumsi dan dibawa oleh Steve Emmanuel itu murni alias tidak campuran. Dia membawanya sebanyak 100 gram dari Belanda pada 10 September 2018.

Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Besar Sulistiandri Atmoko menerangkan, kokain merupakan narkotika golongan satu. Peredarannya di Indonesia tidak terlalu banyak karena dianggap relatif lebih mahal bila dibanding jenis lain yakni sabu atau ekstasi.

Baca Juga :  Peringatan, Muncul Potensi Gempa Dahsyat dan Tsunami Setinggi 20 Meter di Selatan Pulau Jawa. BKMG Imbau Ini Yang Harus Dilakukan Masyarakat!

Mengenai harga kokain di pasar pengguna, Sulistiandri memberikan hitungan kasar. “Bisa Rp 4-5 jutaan per gram,” ujar dia.

Dalam penangkapan 21 Desember, polisi menemukan alat isap kokain di saku Steve. Polisi kemudian menggeledah unit apartemen yang ditinggali Steve Emmanuel dan menyita sisa 92,04 gram kokain yang disimpan dalam stoples.

Hasil pemeriksaan juga membuktikan Steve terbukti positif mengonsumsi narkoba. Polisi menduga, Steve Emmanuel mengonsumsi bersama teman-temannya.

www.tempo.co