JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2019 Dimulai, Resilience atau Ketahanan jadi Temanya

Facebook
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Facebook /komikuark/

JOGLOSEMARNEWS.COM – Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2019 memulai babak penyisihan pada Sabtu, (23/2/2019), serentak di 300 Kabupaten/Kota di 34 provinsi di Indonesia. Tema OSK 2019 kali ini adalah Resilience.

Resilience atau ketahanan merupakan kecakapan seseorang untuk dapat mempertahankan atau kembali pada kondisi yang normal ketika menghadapi stres, terdampak masalah, dan/atau musibah. Kecakapan resilience akan membantu anak di masa depan untuk menghadapi konflik, krisis, dan bencana alam akibat perubahan iklim.

Ada banyak permainan dan eksperimen dalam Festival Sains yang mengasah sikap resiliensi anak, di antaranya Roda Pengetahuan Resiliensi, Ular Tangga Mitigasi Bencana, dan Maze Belajar dari Alam.

Baca Juga :  Ditanya Rincian Penangkapan Djoko Tjandra, Ini Jawaban Kepolisian Diraja Malaysia

Upacara Pembukaan Olimpiade Sains Kuark 2019 dilaksanakan di SMP Negeri 2 Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara dengan dihadiri oleh Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor; Prof. Yohanes Surya; Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro; dan Direktur PT Kuark Internasional Sanny Djohan.

Selain di Humbang Hasundutan, upacara pembukaan juga dilaksanakan di SDN Menteng 03 Jakarta Pusat dengan diikuti oleh 281 peserta. Pada Babak Penyisihan yang dilaksanakan di SDN Menteng juga diadakan seminar parenting untuk orang tua dengan tema Resilience.

Baca Juga :  Pemerintah akan Salurkan Bantuan Tunai untuk Karyawan Bergaji Rendah, Ini Kriteria Pegawai yang Menerima

Olimpiade Sains Kuark (OSK) diselenggarakan sejak tahun 2007. OSK terbuka untuk seluruh siswa SD/MI Indonesia untuk dapat berpartisipasi tanpa dibatasi oleh nilai akademik. OSK juga mengangkat tema yang berbeda di setiap tahunnya dengan tujuan memberikan pengalaman yang beragam untuk para peserta. Kesempatan yang terbuka dan pengalaman yang beragam diharapkan bisa mengasah para peserta untuk percaya diri, kritis, menjadi pribadi tangguh, dan resilient.

www.tempo.co