JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Cegah Kematian Mendadak Tukang Becak, PMI Solo Gencarkan Pemeriksaan Gratis Lewat Metode Jemput Bola

Istimewa
Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Berdasarkan kejadian beberapa pengemudi becak meninggal mendadak di Kota Solo, PMI Solo mulai gencar melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis pada para tukang becak. Rencana pemeriksaan dan pengobatan gratis tersebut dilaksanakan di beberapa titik lokasi mangkalnya tukang becak di Kota Solo.

Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto mengungkapkan, kegiatan ini dilakukan karena beberapa pengemudi becak ditemukan meninggal dunia mendadak di becaknya akhir-akhir ini. Maka kami memulai kegiatan ini untuk mencegah hal itu berlanjut. Rencananya, pemeriksaan dan pengobatan dilakukan Bulan Maret 2019 ini di beberapa titik seperti Stasiun Jebres (5 Maret 2019), Stasiun Purwosari (8 Maret 2019), Stasiun Balapan (9 Maret 2019), SGM (11 Maret 2019), serta Pasar Legi (12 Maret 2019).

Baca Juga :  Bajo Sah Jadi Lawan Gibran-Teguh Dalam Pilwakot Solo 2020

“Pemeriksaan dengan mengerahkan dua perawat, satu domter, satu dari farmasi, serta dua relawan. Rencananya, bagi Bapak tukang becak yang memiliki riwayat sakit tahunan seperti diabetes, hipertensi dan lainnya akan kami bantu mendapatkan BPJS atau KIS karena harus mengkonsumsi obat seumur hidup,” urainya, Selasa (5/3/2019).

Sedangkan bagi pengemudi becak yang menderita sakit akut, lanjut Sumartono, kita akan lakukan pengobatan jalan di PMI sambil diurus BPJS atau KIS bagi yang belum memilikinya.

Baca Juga :  Turunan Sumpah Pemuda Mojosongo Solo Jadi Jalur Maut, Begini Imbauan Kasatlantas Agar Kejadian Tak Terulang

“Sementara ini pemeriksaan awal keliling kita jadwalkan dengan mendatangi kantung-kantung Bapak pengemudi becak se Solo. Dan yang mungkin perlu dikoordinasikan dengan teman-teman PMI lainnya terkait pengemudi becak yang berasal dari luar Kota Solo. Tapi sementara kita dapatkan datanya dulu. Tentunya kita akan membantu yang terbaik yang dapat kita lakukan dan memberikan saran untuk tetap.menjaga kesehatan. Karena sehat bukan segalanya, namun tanpa sehat segalanya tidak berarti,” tukas Sumartono. Triawati PP