loading...
Loading...
Petugas medis dan Polsek saat mengidentifikasi jasad korban gantung diri di Ngembatpadas, Gemolong, Sabtu (27/4/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Warga Kampung Mijahan, Kelurahan Ngembatpadas, Gemolong digegerkan dengan aksi bunuh diri, Sabtu (27/4/2019). Korban diketahui bernama Anton Budi Simbara (31).

Warga Kampung Mijahan RT 7, Kelurahan Ngembatpadas, Gemolong itu ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.

Data yang dihimpun, aksi gantung diri itu diketahui sekira pukul 07.30 WIB. Jasad korban kali pertama diketahui oleh istrinya, Cici Puspitasari (32).

Pagi itu, saat pulang dari kerja sekira pukul 07.15 WIB, Cici kaget saat membuka rumahnya.

Ia langsung histeris saat masuk dan mendapati korban telah tewas dalam kondisi menggantung. Korban menggantung dengan menggunakan selang air kecil diameter satu sentimeter yang terbuat dari plastik sepanjang tujuh meter yang ditambatkan pada kuda – kuda rumah bagian dapur.

Baca Juga :  Ratusan Personel Babinsa dan Danramil se-Sragen Mendadak Dikumpulkan di Dayu Park. Ada Apa? 

Mendapati hal itu, ia langsung berinisiatif melepas tali yang dipergunakan oleh korban gantung diri sembari menjerit minta tolong. Dalam sekejap rumah korban langsung dipenuhi warga sekitar.

Setelah diturunkan dan dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia. Oleh warga dan perangkat desa, akhirnya dilaporkan ke Polsek Gemolong.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi mengatakan dari hasil olah TKP, tidak ada indikasi kejanggalan atau tanda kekerasan di tubuh korban.

Baca Juga :  Blak-blakan, Ketua Penghulu Sragen Ungkap Satu Buku Nikah Bisa Laku Rp 20 Juta. Sebut Biasanya Untuk Pehobi Nikah Siri dan Kumpul Kebo 

Hasil visum oleh tim medis Puskesmas Gemolong juga menandakan korban meninggal akibat murni gantung diri.

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Dari keterangan istri korban bahwa korban mengalami depresi,” tukasnya. Wardoyo

Loading...