loading...
Loading...
Tim Polsek Sidoharjo, PMI dan Inafis Polres saat mengevakuasi jasad Mbah Siam yang ditemukan tewas terpanggang di dalam rumahnya yang ludes terbakar, Kamis (30/5/2019) dinihari. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Pihak kepolisian memastikan insiden kebakaran melanda sebuah rumah di Dukuh Pandak RT 13, Desa Pandak Sidoharjo, Sragen, Rabu (29/5/2019) tengah malam dipicu oleh api rokok. Kebakaran itu merenggut nyawa Mbah Siam alias Mbah Sih (80) asal Dukuh Pandak RT 13, Desa Pandak, Sidoharjo.

“Korban selama ini dikenal sebagai perokok berat. Diduga saat korban tertidur, api rokok menyulut kasur dan memicu kebakaran. Seisi rumah terbakar rata tanah dan korban meninggal terbakar,” papar Kades Pandak, Joko Suwanto, Kamis (30/5/2019).

Baca Juga :  Kabar Gembira, Blangko SIM di Polres Sragen Sudah Tersedia. Besok 633 SIM Bakal Diantar Langsung ke Alamat Pemohon, Ini Daftarnya! 

Senada, analisa kepolisian juga menyimpulkan hal serupa. Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sidoharjo, Iptu Zainal Arifin menyampaikan nenk berusia 80 tahun yang tinggal sebatang kara itu selama ini memang dikenal sebagai perokok.

“Korban memang sering meminta rokok dan punya kebiasaan perokok berat. Pemicunya api rokok,” papar Iptu Zainal.

Baca Juga :  Tragis, Rekening Tabungan Terbobol Puluhan Juta Secara Misterius, Nasabah BRI di Tanon Sragen Langsung Syok dan Meninggal Dunia

Menurutnya, jenasah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga. Hari ini tadi, jenazah nenek malang itu langsung dilakukan pemakaman di dukuh setempat.

Seperti diberitakan, Mbah Siam ditemukan hangus terbakar di rumahnya yang ludes pada Kamis (30/5/2019) dinihari. Data yang dihimpun di lapangan, kobaran api kali pertama diketahui sekira pukul 23.15 WIB.

Menurut keterangan warga, api langsung berkobar melahap rumah korban yang terbuat dari kayu dan bambu.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Depan SDN Sumberejo Mondokan Sragen. Truk Ugal-ugalan Gasak Pemotor Hingga Tewas di Lokasi Kejadian 

Kondisi tubuh korban yang sudah renta dan pikun, membuatnya gagal menyelamatkan diri. Diduga kuat, kebakaran terjadi saat korban tengah terlelap dan tak tuntas mematikan puntung rokoknya.

“Saat warga bangun, api sudah terlanjur membesar dan enggak bisa dikendalikan. Warga juga berusaha memadamkan tapi kondisi api makin tak terkendali. Baru kemudian datang mobil pemadam,” papar Marno, salah satu warga. Wardoyo

Loading...