loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

CILACAP, JOGLOSEMARNEWS.COM– Polsek Cilacap Tengah Polres Cilacap menggerebek marka perjudian jenis kartu dan berhasil menangkap 5 orang pelaku. Menariknya, dari lima pelaku itu ada yang berasal dari Solo, Karanganyar,Klaten dan daerah luar.

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto melalui Kapolsek Cilacap Tengah, AKP Aceng Rohman saat konferensi pers di Mapolsek Cilacap Tengah Senin (29/7/2019) mengatakan bahwa pelaku yang berhasil ditangkap adalah SKN (47) warga Jalan Karang Asem, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari Kabupaten Solo, TLS (37) warga Grojokan Kelurahan Jaten Juwiring, Kabupaten Klaten, SKJN (56) warga Bonangan Desa, Baturan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, YM (53), warga Gunung Harjo, Bukoharjo Prambanan, Kabupaten Sleman dan SMK, (51) warga Desa Jetis, Kecamatan Jaten,  Kabupaten Karanganyar.

Baca Juga :  Gelombang Kepulangan Warga Karanganyar Dari Papua Terus Mengalir. Satu Keluarga Pedagang asal Gondangrejo Terpaksa Pulang Akibat Kerusuhan Wamena 

Kapolsek menjelaskan bahwa pelaku ditangkap pada hari Senin tanggal 22 Juli 2019 saat bermain judi kertu di sebuah bangunan tempat istirahat sopir yang berada di kawasan industri Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap.

Baca Juga :  Mayat Wanita Gantung Diri Gegerkan Warga Tambakromo. Diketahui Pertama Kali Oleh Suami Sendiri 

“Pelaku adalah sopir angkutan yang sedang menunggu giliran muat di di kawasan industri Cilacap” tambah Kapolsek dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Dari tangan pelaku, pertugas berhasil menyita barang bukti berupa Satu set kartu domino dan uang tunai sejumlah 1,2 juta rupiah.

Baca Juga :  Tertangkap Jual Anggur Merah, Fathurohman Divonis Satu Bulan Penjara 

Menurut keterangan salah satu pelaku bahwa permainan judi yang dilakukannya adalah untuk mengisi waktu menunggu antrian barang yang sedang di muat di kawasan Industri.

Untuk mempertangungg jawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 303 kuhp tentang perjudian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. JSnews

 

Loading...