loading...
Loading...
Pelantikan dan pengambilan sumpah Ketua Cabang PSHT Parluh 16, Surtono dan Pengurus PSHT Sragen di Pendapa Rumdin Bupati, Selasa (1/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Gesekan konflik antara dua kelompok silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Sragen yang terjadi beberapa hari terakhir membuat pihak PSHT Parluh 16 atau kelompok Jogja Jakarta, angkat bicara.

Ketua PSHT Parluh 16 atau P 16 Cabang Sragen, Surtono menegaskan bahwa semua warga baru PSHT P 16 tetap akan disahkan. Pasalnya pengesahan adalah prosesi yang wajib dilakukan sesuai prinsip ajaran PSHT.

“Kita sesuai prinsip-prinsip ajaran PSHT. Besok yang 906 warga baru tetap akan disahkan,” paparnya kepada Joglosemarnews.com, Minggu (15/9/2019).

Baca Juga :  Tertampar Insiden Bendera HTI, Puluhan Siswa SMKN 2 Sragen Langsung Berfoto  Pakai Bendera Merah Putih  

Surtono juga menegaskan bahwa PSHT P 16 juga resmi. Menurutnya PSHT P 16 sudah mengantongi SK Kemenkumham, hak paten, putusan MA dan PTUN.

Karenanya pihaknya menegaskan perihal dari kubu PSHT sebelah menganggap punya SK Kemenkumham dan hak paten, menurutnya hal itu tidak masalah.

“Kalau dari sebelah menganggap tidak sah, ya monggo. Yang penting kami tegaskan bahwa PSHT P 16 juga resmi. Kami sudah ada SK Kemenkumham, hak paten, putusan MA dan PTUN,” tegasnya.

Baca Juga :  Bintang Luciano, Calon Bintang Bulutangkis Masa Depan Sragen Asal Sidoharjo Yang Bersinar di Kejurkab 2019. Sekali Tampil Langsung Jawara, Terobsesi Ingin Seperti Taufik Hidayat

Di bagian akhir, Surtono menambahkan sebagai warga negara yang taat hukum, pihaknya akan berpedoman pada hukum.

Ia juga mengatakan selama ini PSHT kelompoknya sudah berupaya menghormati kesepakatan bahwa yang terpenting jika ada kegiatan masing-masing kubu, tidak saling mengganggu.

“Tapi pihak kita sering diganggu. Sampai mau acara sah-sahan saja diganggu dengan tidak ada dasar hukumnya,” katanya.

Baca Juga :  Innalillahi, Ibu Siswi SMPN Gemolong Yang Digerebek Mesum Dengan Pacarnya Meninggal Dunia. Kasat Pesan Yang Punya Anak Gadis Hati-Hati! 

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi memastikan situasi Sragen kondusif. Pihaknya meyakini kedua belah pihak sama-sama dewasa dan tidak ada hal-hal yang bersifat negatif.

Menurutnya selama ini, semua langkah yang diambil Polri dan Polres Sragen, lebih pada pertimbangan untuk menjag kondusivitas wilayah hukum Polres Sragen.

“Polisi menangani secara profesional dan proporsional. Yang terpenting pertimbangan utamanya demi kondusivitas dan kamtibmas,” tegasnya. Wardoyo

 

Loading...