JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tewasnya Satu Siswa PSHT Sragen, 7 Orang dan Pelatih Penendang Korban Diamankan ke Polres Sragen 

AKP Harno. Foto/Wardoyo
AKP Harno. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Insiden tewasnya MA (13) bocah asal Desa Saren, Kecamatan Kalijambe, Sragen saat latihan perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT) di Gemolong, Minggu (24/11/2019) malam membuat polisi langsung melakukan gerak cepat.

Sebanyak tujuh orang yang berada di lokasi kejadian dan pelatih yang melakukan tendangan ke korban, langsung diamankan dan dibawa ke Polres Sragen.

Mereka dibawa untuk dimintai keterangan terkait insiden latihan berujung maut tersebut.

“Tadi ada sekitar tujuh orang saksi yang ada di lokasi kejadian dan pelatih yang melakukan tendangan, sudah kami antar ke Polres Sragen. Mereka akan diperiksa oleh penyidik Reskrim karena kasusnya sudah ditangani Polres Sragen,” papar Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, Senin (25/11/2019).

Baca Juga :  Ada Soal Dinilai Berbau Ajaran Komunisme, Dinas Pendidikan Sragen Akhirnya Tarik 11.000 Lebih Buku Modul PPKN SMP dari Siswa. Lembaran Halaman Kontroversial Langsung Diganti

Pelatih yang melakukan tendangan itu berinisial FAS (16), asal Donoyudan, Kalijambe, Sragen. Sedangkan tujuh orang yang turut diperiksa antara lain senior lain yang ikut melatih serta yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Soal kemungkinan adanya penetapan tersangka, Kapolsek mengatakan karena sudah dilimpahkan ke Polres, kewenangan penanganan kini ada di Reskrim Polres Sragen. Menurutnya kasus itu ditangani unit PPA mengingat korban dan pelaku sama-sama masih di bawah umur.

“Kalau dari keterangan saksi-saksi yang, malam itu sedang latihan.  Lalu dari pelatihnya (FAS) kemudian diminta melakukan kuda-kuda. Kemudian pelaku melakukan tendangan ke perut, sehingga korban terjatuh dan pingsan. Dibawa ke rumah sakit tidak terselamatkan,” papar AKP Ketut.

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Plt Kasubag Humas, AKP Harno membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kronologi kejadian bermula ketika ada latihan warga yunior PSHT di wilayah Gemolong.

“Yang senior melakukan tendangan. Nah, setelah mendapat tendangan, korban langsung terjatuh dan tak sadarkan diri. Sempat dibawa ke rumah sakit, namun sudah dinyatakan meninggal dunia,” papar AKP Harno.

Saat ini, kasus itu sedang ditangani intensif oleh Satreskrim Polres Sragen. Wardoyo