JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

2 Desa Kekeringan Terparah Dibantu Proyek Air Bersih. Bupati Sragen Pesan Warga Jangan Rebutan!

Bupati Sragen saat meresmikan sarana air bersih di Karanganom Sukodono. Foto/Humas
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Sragen saat meresmikan sarana air bersih di Karanganom Sukodono. Foto/Humas

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati resmikan 2 proyek pembangunan prasarana air bersih dalam rangka upaya penanganan bencana kekeringan yang melanda di beberapa wilayah utara Kab. Sragen khususnya di Kecamatan Sukodono dan Jenar.

Peresmian kedua proyek prasarana air bersih itu disambungkan melalui sambungan teleconference, yang dipusatkan di Desa Karanganom, Sukodono.

Dua proyek pembangunan prasarana air bersih yang berlokasi di Desa Karanganom, Sukodono dan Desa Kandangsapi, Jenar merupakan bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

Atas bantuan tersebut, Bupati Yuni menyampaikan terima kasih kepada PT. Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) atas kerjasamanya bersama Pemkab Sragen untuk penanganan bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Sragen wilayah utara Bengawan.

“Upaya seperti ini mudah-mudahan dapat meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Bupati.

Melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen sehingga pembangunan infrastruktur fisik berupa penarikan air yang berasal dari sumber mata air di Dukuh Sendang Mundu RT 14 bisa dimanfaatkan untuk 3 RT.

Baca Juga :  Geger Rebutan Batas Tanah 3 Meter, Pak RT dan Tetangga di Kedawung Sragen Saling Gempur Bangunan. Bertahun-Tahun Tak Rukun, Bentrok Tak Berujung Hingga Lapor Polisi 

“Menurut rencana akan dimanfaatkan untuk 3 RT yaitu RT 12 dan 13 Dukuh Mojorejo, serta RT 14 Dukuh Sendang Mundu Desa Karanganom Kecamatan Sukodono,” tutur Yuni.

Hal sama juga dilakukan pembangunan penarikan air di Desa Kandangsapi Kecamatan Jenar.

“Sumber mata air berasal dari Dukuh Mojorejo yang rencana bisa dimanfaatkan untuk 2 RT yaitu RT 19 Dukuh Pondok dan RT 20 Dukuh Mojorejo,” imbuhnya.

Bupati berpesan agar penggunaan prasarana air bersih itu warga tidak berebutan memanfaatkannya. Kepada Kepala Desa maupun Ketua RT turut ikut bertanggungjawab mengatur warga penerima manfaat.

“Jangan sampai tidak diatur dengan baik, supaya semua warga bisa menikmati,” pesan Bupati.

Bupati berharap kerjasama seperti itu dapat bermanfaat bagi masyarakat, dan kekeringan di wilayah utara Kabupaten Sragen bisa terentaskan secara bertahap.

“Semoga ini menjadi wadah bagi kami untuk mengentaskan kekeringan di Kabupaten Sragen step by step dan salah satunya melalui pihak ketiga yang turut membantu kita, ini luar biasa,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tabrakan Hebat Tronton VS Tronton dari Belakang di Masaran Sragen. Sopir Tronton Penabrak Tewas Mengenaskan

Sementara Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) Jakarta, Herlan Wijanarko mengatakan kedua proyek pembangunan penarikan air bersih tersebut mampu menyalurkan kurang lebih 500 Kepala Keluarga (KK) untuk dua Desa di Karanganom (Sukodono) dan Kandangsapi (Jenar).

“Jadi ini merupakan cita – cita kita selalu bisa ikut membantu kesejahteraan masyarakat di mana bisnis Mitratell berada,” ujar Herlan.

Ia menambahkan jika salah satu misi perusahaannya yakni mensejahterakan masyarakat. Dan sarana air bersih merupakan kebutuhan pokok.

“Kita ikut merekatkan NKRI. Program CSR kita, kita arahkan untuk sesuatu yang betul – betul bermanfaat. Jadi, kita hari ini dipertemukan dengan desa yang sedang mengalami kekeringan. Alhamdulillah kita sudah bisa memberikan sarana sumber air di dua desa yang ada di Sragen,” pungkasnya. Wardoyo