JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Luar Biasa Animo Warga Sragen, 5.000 Durian Habis Hanya 2 Jam di Bazar Masjid Al Falah. Warga Tangerang pun Sampai Rela Jauh-Jauh ke Sragen Demi Berburu Durian Murah

Pengunjung bazar durian Masjid Al Falah saat sibuk memilih durian, Minggu (9/2/2020). Foto/Wardoyo
Pengunjung bazar durian Masjid Al Falah saat sibuk memilih durian, Minggu (9/2/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Acara pesta bazar durian yang digelar Masjid Al Falah Sragen, Minggu (9/2/2020) pagi berlangsung super meriah.

Ribuan pengunjung dan jemaah kajian Masjid Al Falah membeludak menyerbu belasan pedagang durian yang memajang dagangannya di halaman parkir masjid raya Sragen itu.

Tingginya animo masyarakat membuat dagangan ludes dalam waktu hanya dua jam. Direktur Operasional Masjid Al Falah Sragen, Eko Wijiyono mengatakan ada sekitar 5.000 buah durian yang dijual di bazar tadi pagi, ludes hanya dalam hitungan tak lama setelah agenda dibuka.

Banyaknya jemaah peserta kajian ahad pagi dan pengunjung umum yang menyerbu, membuat ribuan durian itu langsung laris terjual.

“Ada sekitar 16 stan pedagang yang menjual sekitar 5.000 buah durian tadi. Ternyata animo jemaah kajian pagi sangat tinggi menyerbu durian. Tadi ada sekitar 3000an jemaah yang tadi ikut memborong durian. Target kami bazar bisa 8 jam, ternyata 2 jam saja sudah ludes,” paparnya.

Eko yang akrab disapa Gus Kowi itu menuturkan semula bazar durian direncanakan dibuka jam 07.00 WIB sampai sore. Tapi serbuan jemaah dan pengunjung dari luar yang membeludak, membuat ribuan durian yang dijual pedagang, sudah habis sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca Juga :  Diduga Langgar Kode Etik, 5 Anggota Bawaslu Sragen Bakal Disidang DKPP Besok Pagi. Disebut Terkait Rekrutmen Panwascam!

Bahkan, para pedagang terpaksa harus kembali pulang dan berburu dagangan untuk dibawa kembali ke bazar. Pasalnya hingga siang hari, aliran masyarakat yang ingin membeli durian di arena bazar masih terus berdatangan.

“Animo masyarakat untuk membeli durian dan datang ke masjid ini, sangat luar biasa. Alhamdulillah durian yang dijual pedagang habis semua. Memang harganya disepakati harus diturunkan dari harga biasa. Tadi yang dijual mulai harga Rp 15.000 sampai Rp 40.000. Tapi yang khusus yang besar juga dihargai mahal. Mereka sudah sepakat ambil untungnya sedikit saja hanya Rp 5.000,” terangnya.

Eko menambahkan bazar itu digelar sebagai pengembangan badan usaha milik masjid (BUMM) yang sudah dijalankan Masjid Al Falah. Selain itu, agenda tersebut juga bentuk kepedulian masjid dalam membantu memfasilitasi pelaku UMKM yang berada di sekitar masjid Al Falah.

“Ternyata infak mereka perminggu bisa sampai Rp 2 juta,” kata dia.

Menariknya, pengunjung bazar ternyata tak hanya durian asal lokal Sragen saja sebab ada pengunjung dari beberapa daerah bahkan hingga luar kota yang jauh-jauh datang untuk berburu durian di Masjid Al Falah.

Baca Juga :  Tak Remehkan Kotak Kosong, Tim Pemenangan Yuni-Suroto Targetkan Kemenangan 80 % Suara di Pilkada Sragen. Ketua Tim Akan Gerakkan Semua Jaringan

Salah satunya adalah Yudo Pramono, pengunjung asal Cipondoh, Tangerang yang rela datang dari Tangerang ke Sragen untuk membeli durian di bazar masjid Al Falah.

“Saya datang sama keluarga. Tadi lima orang, beli lima durian. Dapat harga Rp 70.000an tapi memang gede-gede. Kalau di Tangerang, itu satu biji bisa Rp 100.000an. Kami sekalian silaturahmi ke rumah saudara di Sidoharjo,” tuturnya.

Salah satu pedagang durian, Alfindo asal Mageru, Sragen mengaku senang dan terbantu dengan adanya bazar. Ia mengatakan dagangannya 80 buah durian langsung ludes dalam waktu hanya 2 jam.

“Saya ngambilnya dari Gempolan Ngargoyoso Karanganyar. Senang Mas, tadi bawa 80 durian habis dua jam. Jualnya paling murah Rp 20.000 sampai Rp 50.000. Yang paling mahal hanya satu karena sangat besar, tadi laku Rp 110.000. Lumayan Mas, dapat untung Rp 300.000. Kalau jual di bazar gini, lebih cepat karena langsung dikeroyok. Kalau jualan di luar kadang bisa santai meski sampai malam,” tuturnya.

Ia berharap tahun depan bisa digelar bazar serupa dengan lokasi yang lebih luas dan pedagang lebih banyak. Karena animo masyarakat Sragen ternyata sangat tinggi. Wardoyo