JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Meski Disembelih Secara Syari, Hewan Mati Karena Sakit Ternyata Tidak Boleh Dikonsumsi. Ini Lho Alasannya

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hewan yang mati karena sakit meskipun disembelih secara syar’i, tidak boleh dikonsumsi.

Selain itu kita mesti menghindari konsumsi hewan ternak atau hewan liar yang diduga menjadi inang atau perantara penularan virus.

Fakta-fakta itu terungkap ketika para Prajurit, PNS, dan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLVII Kodim 0726/Sukoharjo menerima pengarahan bahaya virus corona di Aula Makodim 0726/Sukoharjo, Rabu (5/2/2020).

Doker Taufik dari Klinik Pratama 26 Dim 0726/Sukoharjo, memaparkan corona merupakan virus yang menyebabkan penderita mengalami sakit. Dengan gejala demam tinggi, batuk, serta diiringi dengan gangguan pernafasan.

Baca Juga :  DPS Sukoharjo Capai 662.636, Jumlah TPS di Pilkada 2020 Sebanyak 1.775, ini Sebarannya di 12 Kecamatan

Gejala infeksi pernapasan akibat coronavirus secara umum adalah demam, sesak, susah bernapas dan sesak, diikuti gejala lain seperti nyeri sendi, letih, mual muntah dan penurunan nafsu makan. Gejala dapat memberat pada kasus pasien dengan imun yang lemah atau telah memiliki penyakit tertentu sebelumnya. Pada kondisi tertentu, penyakit ini menyebabkan pnemunonia (radang paru-paru).

Virus ini sebenarnya telah lama ditemukan, namun pertama kalinya virus ini ditemukan di Wuhan, China pada 31 Desember lalu. Virus corona ini banyak terdapat dari hewan liar dan dagingnya dikonsumsi manusia.

Baca Juga :  Update COVID-19 Sukoharjo, Terkini Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona Mencapai Angka 524

“Penularan virus corona juga bisa melalui udara dan sebagainya. Cara menghindarinya yakni dengan mencuci tangan terutama saat makan, menjaga kebersihan, berolahraga, menggunakan masker, dan banyak mengkonsumsi buah serta sayuran,” terang dokter Taufik.

Selalu masak daging dengan benar, telur, atau bagian hewan lainnya sampai matang betul. Hewan yang mati karena sakit–meskipun disembelih secara syar’i–tidak boleh dikonsumsi. Menghindari konsumsi hewan ternak atau hewan liar yang diduga menjadi inang atau perantara penularan virus” papar Taufik. Aria